• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
250 TD3 'Patrick Pons' (1973) Sonauto Yamaha.

250 TD3 'Patrick Pons' (1973) Sonauto Yamaha. (Foto : Pinterest)

Sejarah MotoGP, Sempat Gunakan Motor 50 CC

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Gelaran balap motor dunia, yang menjadi cikal-bakal MotoGP, diadakan pertama kali pada tahun 1949 oleh oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). FIM adalah badan tertinggi yang mengatur segala bentuk kegiatan balap motor saat itu.

Dikutip dari motogp.com, balap motor saat itu diselenggarakan secara tradisional untuk beberapa kelas motor berdasarkan kapasitas mesin. Misalnya, kelas 50 cc, 125 cc , 225 cc , 350 cc dan 500 cc untuk motor jenis single seater (jok tunggal) dan 350 cc dan 500 cc untuk motor sidecars (dikendarai oleh dua orang).

You might also like

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM
Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM

Memasuki tahun 1950 sampai 1960, motor dengan mesin 4 tak mendominasi seluruh kelas. Pada akhir tahun 1960an motor bermesin 2 tak mulai menguasai kelas-kelas kecil. Baru pada tahun 1970an motor bermesin 2 tak benar-benar menyingkirkan motor bermesin 4 tak.

Selanjutnya, pada tahun 1979 Honda berusaha mengembalikan mesin 4 tak dengan menurunkan motor model NR 500, namun proyek ini gagal.

Pada tahun 1983 untuk kelas motor 350 cc dihapus, kelas 50 cc diganti oleh kelas motor 80 cc pada tahun 1984. Tetapi kelas yang paling banyak didominasi oleh pembalap Spanyol dan Italia ini akhirnya ditiadakan kurang lebih pada tahun 1990.

Sementara, kelas sidecars juga ditiadakan dari kejuaran dunia di tahun 1990 itu. Sehingga hanya menyisakan kelas motor bermesin 125 cc , 250 cc dan kelas motor mesin 500cc.

Di pertengahan tahun 1970an sampai tahun 2001 kelas puncak balap ini dibatasi 3 silinder dan kapasitas mesin yang digunakan yaitu 500 cc, baik jenis motor bermesin 4 tak dan juga 2 tak. Akibatnya, yang mampu bertahan adalah mesin 2 tak, karena mesin motor 2 tak itu memiliki tenaga dan juga akselerasi yang lebih besar.

Barulah pada tahun 2002 sampai tahun 2006 untuk pertama kalinya pabrikan diizinkan memperbesar kapasitas mesinnya untuk mesin 4 tak menjadi maksimum 990 cc yang kemudian berubah lagi menjadi 800 cc pada tahun 2007.

Pabrikan juga diberikan kebebasan untuk memilih jumlah silinder yang digunakan yaitu antara tiga sampai enam silinder dengan batas berat tertentu. Dengan dibolehkanya motor 4 tak yang memiliki kapasitas mesin ber-cc besar tersebut maka kelas GP 500 diubah namanya menjadi MotoGP.

Setelah tahun 2003 tidak ada lagi mesin 2 tak yang turun dalam ajang balap kelas motoGP. Untuk kelas balap mesin 125 cc dan 250 cc secara khusus masih menggunakan mesin kelas 2 tak.

Sumber referensi : www.motogp.com

Tags: Ajang Balap DuniafimSejarah MotoGP
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Next Post
Warga nelayan membantu mengevakuasi perahu milik nelayan tradisional Tuban yang tenggelam akibat cuaca ektrem.

Akibat Cuaca Ekstrem, Perahu Nelayan Tradisional Tenggelam di Tuban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID