KEDIRI, Tugujatim.id – Kasus Covid-19 di Kabupaten Kediri semakin menunjukan meroket. Dalam 4 hari terjadi lonjalakan hingga 519 kasus. Untuk menghadapi gelombang 3 Covid-19 di Kabupaten Kediri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menyiapkan anggaran tidak terduga untuk kebencanaan sejumlah Rp 47, 5 Miliar tahun anggaran 2022.
Peningkatan yang sangat cepat harus tetap diwaspadai oleh pemerintah. Sekertaris Komisi 4 DPRD Kabupaten Kediri, Taufik Chavifudin, mengakui bahwa peningkatan kasus tersebut terjadi secara nasional, tidak hanya di Kabupaten Kediri.
“Lonjakan itu, secara masif terjadi secara nasional, tidak hanya Kediri ya..,” ungkapnya.
Taufik menyampaikan lonjakan terjadi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menyiapkan anggaran tidak terduga sebesar Rp 47,5 Miliar. Anggaran itu adalah untuk penanganan bencana termasuk penanganan Covid-19.
“Anggaran tidak terduga untuk penanganan bencana ada sekitar Rp. 47,5 miliar tahun 2022, penanganan Covid masuk di dalamnya,” jelasnya.
Anggota DPRD Fraksi Demokrat Persatuan Pembangunan itu mengatakan bahwa akan terus mendorong pemerintah untuk mempercepat vaksinasi kepada masyarakat yang belum lengkap. Baik untuk dosis ke 1, dosin 2 dan dosis 3, terutama untuk anak dan lansia.

“Ya vaksinasi kepada masyarakat yang belum lengkap harus digenjot,kepada lansia yang capaiannya masih rendah itu, dan terutama yang booster,” ungkapnya.
Menurutnya, vaksinasi merupakan cara yang paling baik untuk mencegah dan mengatasi lonjakan covid-19, daripada melakukan pembatasan kegiatan masyarakat. Alasannya, pembatasan justru akan berdampak pada perekonomian. Ia mendorong pemerintah untuk fokus kepada perawatan masyarakat yang terpapar, dan mengingkatkan testing dan tracing untuk penanganan Covid-19 tersebut.
“Menurut saya, pembatasan kegiatan masyarakat bukan solusi yang bijak, yang penting fokus kepada yang terkena covid, testing dan trasing lebih ditingkatkan,” pungkas Ketua DPD PPP Kabupaten Kediri ini.
Untuk diketahui, rilis resmi Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Kediri melalui laman akun instagramnya mencatat, dalam jangka 4 hari sejak hari Rabu (9/2/2022) hingga Sabtu (12/2/2022) pasien yang dirawat berjumlah 512 orang. Bahkan dalam jangka waktu tersebut terdapat 4 pasien meninggal dunia. Sedangkan untuk jumlah pasien yang sembuh sebanyak 203 orang.








