TUBAN, Tugujatim.id – Distribusi minyak goreng bersubsidi pemerintah seharga Rp 14 ribu per liter masih menuai masalah. Barang subsidi itu belum sampai ke masyarakat pedesaan, termasuk ke warga di Kabupaten Tuban. Hal ini membuat sejumlah warga kesulitan mendapatkan kebutuhan tersebut.
Terpantau harga minyak goreng di toko dan kios masih di kisaran Rp 20 ribu per liternya. Itupun stoknya terbatas. Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat, lebih-lebih mereka yang kurang mampu.
Menyikapi hal tersebut, sejumlah siswa dari SMP dan SMA 1 Muhammadiyah Kabupaten Tuban menggelar bakti sosial dengan membagikan minyak goreng dan sembako untuk warga kurang mampu.
Bakti sosial ini salah satunya digelar di Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Kamis (17/2/2022).
Para siswa didampingi dewan guru mendatangi satu-persatu rumah warga kurang mampu. Warga yang sebelumnya telah didata ini mendapatkan bantuan minyak goreng 1 liter, beras, gula dan mie instan.

“Alhamdulillah, semoga kebaikan yang dilakukan. Dibalas dengan catatan oleh gusti Allah,” kata Rusmiah salah satu warga yang menerima paket sembako itu.
Dia mengaku senang karena saat ini harga minyak goreng mahal. Kegiatan bakti sosial ini merupakan agenda rutin yang digelar di sekitar sekolah tersebut. Namun, saat ini baksos dilakukan di kawasan pedesaan. Hal ini setelah melihat warga desa banyak yang terdampak perekonomiannya akibat pandemi Covid-19.
“Akibat pandemi, perekonomian menurun, mereka juga terdampak mahal dan langkanya minyak goreng di pasaran,” terang Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Tuban, Tis Atin.
Pihaknya berharap bakti sosial yang dilakukan itu bisa sedikit mengurangi beban warga yang membutuhkan.
“Semoga bisa rutin. Dan bermanfaat bagi sesama,” pungkasnya.







