• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ketua PC GP Ansor Tuban, Ja'far Ali, menutup kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Dirosah Ula angkatan 1 Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor di Yayasan Al Hidayah, Kecamatan Jenu, Minggu (27/2/2022) malam.

Ketua PC GP Ansor Tuban, Ja'far Ali, menutup kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Dirosah Ula angkatan 1 Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor di Yayasan Al Hidayah, Kecamatan Jenu, Minggu (27/2/2022) malam. (Foto: Dokumen)

Polemik Pengeras Suara Menag, Ketua GP Ansor Tuban Ajak Masyarakat Cerdas Bermedia Sosial

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Literasi bermedia sosial menjadi hal yang amat penting di era disrupsi informasi seperti sekarang ini. Pasalnya, gerakan framing media dengan teknik propaganda dan manipulasi informasi semakin tidak terkendali di tengah masifnya pengaruh media sosial.

Pesan tersebut disampaikan Ketua PC GP Ansor Tuban, Ja’far Ali, menyusul gaduhnya pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terkait Surat Edaran (SE) aturan pengeras suara di masjid dan musala.

You might also like

Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

04/06/2026 8:23 AM
BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM

“Penting untuk menjadi pemahaman kita bersama, bahwa kegaduhan soal pernyataan Menag ini memang sengaja diciptakan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab yang tujuannya untuk memancing keributan,” tegas Gus Afa, sapaan akrabnya, saat penutupan Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Dirosah Ula Angkatan 1 Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor di Yayasan Al Hidayah, Kecamatan Jenu, Minggu (27/2/2022) malam.

Disampaikan Gus Afa, kegaduhan polemik pengaturan pengeras suara pada masjid dan musala ini bermula dari pernyataan Menag yang dengan sengaja dipotong lalu diselipkan diksi yang membenturkan suara azan dengan gonggongan anjing.

Padahal, jika dicermati secara utuh tidak ada satu pun kalimat dari pernyataan Menag yang membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing.

“Di sinilah pentingnya literasi media. Sehingga kita tidak termakan informasi yang tidak benar,” tuturnya.

Karena itu, lanjut Gus Afa, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk menyudahi polemik yang memang sengaja diciptakan dengan tujuan saling membenturkan tersebut.

Terlebih, kepada seluruh kader Ansor, agar juga bisa memberikan pemahaman literasi media kepada masyarakat. Sebab di tengah pesatnya perkembangan media sosial saat ini, sumber informasi yang tersaji di media sosial bak gelombang tsunami. Semakin tidak terfilter.

Bahkah, informasi bohong pun seakan menjadi benar ketika diviralkan dan disebarluaskan secara berulang-ulang.

“Jangan sampai kita menjadi korban dari orang-orang tidak bertanggung jawab yang memang sengaja untuk membenturkan,” imbaunya.

Menurut Gus Afa, dampak manipulasi informasi yang dialami Menag tidak hanya sekali. Kejadian serupa sudah berulang kali. Polanya pun sama, dari proses memotong sebagian video atau pernyataan, lalu diviralkan dengan dibumbui diksi yang memancing keributan.

Sayangnya, meski kejadian yang sama sering berulang, namun sering kali publik lengah, tidak cermat dalam menangkap informasi secara utuh.

“Kuncinya, jangan mudah terpancing. Jika belum tahu detail persoalannya, lebih baik diam atau mencari informasi yang utuh,” pesannya.

Sebelumnya, Ketua GP Ansor, Jatim Syafiq Syauqi, juga menyampaikan bahwa kecaman yang ditujukan kepada Menag menyusul pernyataannya soal pengeras suara yang dipelintir oleh oknum tidak bertanggungjawab. Yang memang tujuannya untuk membuat gaduh dan mengganggu stabilitas nasional.

Menurut Gus Syafiq, sedari awal memang ada pihak-pihak yang berniat buruk dengan memenggal pernyataan utuh Menag. Tujuannya, untuk menggiring sentimen negatif.

“Mereka dengan sengaja memotong dan mengambil diksi yang membenturkan antara suara azan dengan suara anjing. Padahal, Menag tidak pernah mengatakan itu,” tuturnya berharap masyarakat cerdas dalam memandang kasus ini.

Ditegaskan Gus Syafiq, dari kajian yang dilakukan Ansor, tidak ada kata Menteri Agama yang membandingkan atau mempersamakan antara azan dengan gonggongan anjing.

“Menag justru mempersilakan umat untuk menggunakan pengeras suara sebagai syiar dakwah dan berbagai keperluan sesuai dengan aturan untuk kemaslahatan bersama,” ujarnya.

Namun, lanjut mantan Ketua PC GP Ansor Tuban ini, pernyataan Menteri Agama dimanipulasi dengan tujuan memancing emosi dan keributan umat Islam.

“Ini pola lama (yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab, Red) yang dicoba lagi untuk memancing kegaduhan,” katanya.

Sesungguhnya, tegas Gus Syafiq, subtansi dari pernyataan Menag adalah untuk menunjukkan contoh sumber kebisingan yang ada di tengah masyarakat. Contoh kebisingan yang disebut Menag itu harus diatur agar tidak menjadi gangguan di masyarakat. Namun, oleh oknum dipelintir untuk memancing kegaduhan.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menuai kritik dari banyak pihak karena pernyataannya soal pengaturan pengeras suara di masjid dan musala dianggap menyandingkan suara azan dari masjid dengan suara anjing. Padahal, tidak ada pernyataan Menag yang mengkiaskan suara azan dengan gonggongan anjing.

Tags: Kabupaten TubanMenagPC Ansor TubanPengeras Suara Masjid
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

by Dwi Linda
04/06/2026 8:23 AM
0

Tugujatim.id - Prakiraan cuaca Jawa Timur untuk Kamis (04/06/2026) menunjukkan dominasi kabut, udara kabur, dan kondisi berawan di banyak wilayah,...

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Next Post
Lapak Bu Hajah Endang terlihat sepi pembeli di pasar Pakisaji, Kabupaten Malang, Minggu (27/02/2022).

Stok Langka, Harga Daging Sapi di Malang Naik

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID