• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
dr Caesar Ayuda. (Foto: IG ces_ayuda/Tugu Jatim)

dr Caesar Ayuda MKed Klin SpB. (Foto: IG ces_ayuda)

Mengenal Sosok dr Caesar Ayuda, Dokter Bedah Muda yang Mengabdi di RS Petrokimia Gresik

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

GRESIK, Tugujatim.id – Sosok dr Caesar Ayuda MKed Klin SpB barangkali sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat. Apalagi dokter yang bekerja di Rumah Sakit Petrokimia Gresik ini sering menjadi narasumber dalam sebuah acara yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi lokal.

Menempuh pendidikan sebagai dokter umum di Universitas Negeri Jember pada 2004-2010, membuat dokter Caesar Ayuda mengawali karirnya di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan selama 2 tahun. Karirnya berlanjut sebagai dokter umum di Rumah Sakit Petrokimia Gresik pada 2013-2014.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM
dr Caesar Ayuda. (Foto: IG ces_ayuda/Tugu Jatim)
dr Caesar Ayuda MKed Klin SpB saat menjadi narasumber kesehatan di salah satu stasiun televisi lokal. (Foto: IG ces_ayuda)

Setelah itu, dia memilih untuk menempuh pendidikan dokter spesialis bedah di Universitas Airlangga Surabaya dengan Program Pendidikan Ilmu Kedokteran Klinik Jenjang Magister. Pendidikannya itu mampu diselesaikan selama 5 tahun 6 bulan. Lalu, bagaimana sih kisah perjuangan karir dr Caesar Ayuda?

1. Jadi Dokter karena Keinginannya Membantu Orang Lain Sangat Tinggi

Keinginan menjadi seorang dokter diungkapkan dr Caesar Ayuda karena untuk memperbaiki kondisi keuangan keluarganya, menaikkan derajat keluarganya, dan ingin memiliki masa depan yang lebih baik. Selain itu, ajaran kedua orang tuanya untuk bisa membantu orang lain menjadi keinginan yang sangat tinggi.

2. Kembali Mengabdi di RS Petrokimia Gresik

Pada saat 6 bulan sebelum kelulusannya sebagai seorang spesialis dokter bedah, pria kelahiran Gresik, 12 Juli 1986, itu kembali ditawarkan untuk menjadi bagian dari Rumah Sakit Petrokimia Gresik. Setelah berdiskusi dengan ibunda yang juga mengabdi sebagai guru SD di Petrokimia Gresik, dia yakin untuk kembali mengabdi.

dr Caesar Ayuda. (Foto: IG ces_ayuda/Tugu Jatim)
Sosok dr Caesar Ayuda yang kharismatik mengabdi di RS Petrokimia Gresik. (Foto: IG ces_ayuda/Tugu Jatim)

“Kebetulan ibu saya yang sekarang sudah almarhumah, dulu menjadi guru SD di Petrokimia Gresik. Beliau menyetujui agar setelah lulus saya mengabdi di RS Petrokimia Gresik, sama seperti ibu saya,” ungkap laki-laki yang hobi olahraga badminton ini.

Karirnya sebagai seorang spesialis bedah dimulai pada Maret 2020 menjadi tenaga kontrak, kemudian secara resmi pada Maret 2021, dia ditunjuk sebagai dokter tetap di RS Petrokimia Gresik.

3. Membuka Peluang Memperkenalkan Diri sebagai Dokter Bedah di RS Petrokimia Gresik

Dokter Caesar Ayuda memiliki tantangan tersendiri untuk bisa menjadi dokter baru yang dikenal masyarakat.
Setelah kembali mengabdi yang bertepatan dengan adanya pandemi Covid-19 di Indonesia, dia membaca peluang dengan menyediakan program khitan oleh dokter spesialis bedah di RS Petrokimia Gresik.

“Saya kemudian membuat konsep yang matang dengan konsultasi bersama teman saya di Lamongan yang punya rumah khitan. Bagaimana konsep untuk membuat anak yang khitan lebih berani dan lebih memilih di Petrokimia Gresik ini ada nilai jual yang lebih tinggi daripada rumah sakit yang lainnya,” ungkap dokter yang juga memiliki hobi bernyanyi itu.

Dengan ide tersebut, dia mulai dikenal bahwa khitan dengan dokter spesialis bedah adanya di RS Petrokimia Gresik. Dari situlah awal kunjungan pasien hanya 0-3 orang, kini bisa sampai 20 orang setiap praktik.

4. Tergabung dalam Aplikasi Dok Dok

Aplikasi yang menaungi semua pasien asuransi ternama di Kota Gresik ini menjadi jalan bagi dokter Caesar untuk memperkenalkan diri sebagai dokter spesialis bedah.

“Saya dipinang oleh aplikasi Dok Dok sebagai tempat referensi rujukan dokter spesialis bedah. Alhamdulillah, setelah bergabung di aplikasi tersebut, pasien saya jumlahnya kian meningkat yang datang ke RS Petrokimia Gresik,” katanya.

5. Membagi Ilmu sebagai Narasumber di Salah Satu Stasiun Televisi Lokal

Tak berhenti di situ saja, ilmu yang dia dapatkan selama ini disalurkan melalui sebuah siaran kesehatan yang disajikan oleh Jawa Pos TV.

Kisah itu bermula pada Juni 2020, berawal dari ajakan sesama teman dokter untuk dikenalkan kepada presenter TV, dan dari situ dia mencoba untuk siaran TV pertamanya. Lambat laun banyak yang merespons positif sehingga saat ini dia bisa melakukan siaran “Sehat Pagi” hampir tiap minggu dengan menyampaikan berbagai topik yang berbeda-beda.

“Sangat bersyukur dari siaran ‘Sehat Pagi Jawa Pos’ itu juga banyak pasien yang datang ke RS Petrokimia dan membuat saya makin dikenal. Itu yang bikin lebih semangat lagi membawakan siaran yang bisa membuat masyarakat lebih mengerti bagaimana cara menjaga kesehatan. Misalnya meluruskan yang menjadi mitos atau mengungkapkan fakta,” tutur dr Caesar Ayuda.

6. Bekerja sebagai Home Dokter

Pengabdiannya sebagai dokter terus dia lakoni hingga kini memiliki personal branding agar dikenal masyarakat serta mengenalkan RS Petrokimia Gresik, di antaranya dengan menjadi home dokter. (ads)

Tags: AndroidBerita GresikBerita Gresik hari iniDokter bedahDokter bedah mudaDokter bertalentaDokter mudadr Caesar AyudaRS Petrokimia Gresik
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Mutomimah, pedagang daging ayam di Pasar Kota Bojonegoro.

Harga Daging Ayam di Pasar Kota Bojonegoro Merangkak Naik

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID