• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tradisi Toka. (Foto: Pinterest/Tugu Jatim)

Ilustrasi pawang hujan. (Foto: Pinterest)

Mengenal Tradisi Toka, Ritual di Manggarai untuk Mengalihkan Hujan

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Berbagai tradisi unik tersaji di Indonesia, termasuk di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk diketahui, Manggarai merupakan daerah yang terletak di ujung barat Pulau Flores yang memiliki banyak tradisi. Salah satunya tradisi toka yang dilakukan untuk mengalihkan hujan. Seperti apakah tradisi ini?

Semua tradisi yang dilakukan masyarakat Manggarai mencerminkan kedekatan dengan sang Pencipta yang sering disebut sebagai Morin Agu Ngaran (Tuhan sang Pencipta), yaitu dekat dengan alam serta semua ciptaan-Nya. Kedekatan-kedekatan seperti ini sering masyarakat tunjukkan melalui berbagai ritual budaya untuk memperoleh kemurahan Tuhan dan Wura agu Ceki (arwah dari nenek moyang).

You might also like

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

16/06/2026 11:30 AM
Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM

Masyarakat Manggarai memercayai bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi adalah atas dasar kehendak sang Kuasa. Semua ini merupakan milik sang Pencipta, termasuk hujan. Berbicara tentang hujan memang tidak terlepas dari posisi geografis Indonesia sebagai negara hutan hujan tropis.

Berbeda dengan sebagian masyarakat yang menggelar acara besar seperti penti (syukuran hasil panen), pesta pernikahan, pesta sekolah, acara adat, hari raya keagamaan, kampanye politik, dan event-event besar lainnya tentu tidak tidak menyukai akan adanya hujan karena akan menghambat jalannya kegiatan. Maka salah satu alternatifnya dengan menggelar tradisi toka. Ini adalah salah satu tradisi masyarakat Manggarai dalam mengalihkan hujan.

Kebiasaan masyarakat Manggarai pada musim panen atau event besar pasti akan menggelar tradisi toka (mengalihkan hujan). Menurut masyarakat Manggarai, toka adalah tradisi meminta kepada Dewa Bayu agar gumpalan awan di langit ditiup ke tempat lain supaya Dewa Surya tidak dihalangi sehingga aktivitas pemuaian berjalan dengan sesuai harapan.

Toka dapat dilakukan oleh pawang hujan (seseorang yang memiliki ilmu gaib dan dapat mengendalikan hujan). Biasanya mereka akan tinggal di tempat tertutup dan sepi ketika sedang melakukan ritual toka. Tapi, konon katanya si pawang hujan ini harus pantang bersentuhan dengan air sesudah melakukan ritual itu.

Dalam melakukan ritual toka tentu tidak sembarang orang, hanya orang-orang tertentu yang memiliki keahlian dalam ilmu gaib. Berbagai bahan yang harus disiapkan oleh seorang pawang hujan di antaranya garam, tembakau, dan lain-lainnya, kemudian dibakar pada tungku api.

Sebelum melakukan ritual, biasanya sang pawang melakukan mantra semacam perjanjian dengan leluhur untuk tidak hujan sesuai permintaan dari sang pawang. Hal semacam ini sering terjadi, dalam kehidupan masyarakat Manggarai ketika ada acara adat serta event besar.

Biasanya sebelum mulai kegiatan besar, panitia kegiatan atau orang yang dipercayai untuk minta kesediaan pawang hujan untuk melakukan sesuatu dalam hal ini “Toka”(mengalikan hujan). Jadi untuk mendatangkan sang pawang, tentu setiap daerah pasti berbeda. Ketika musim panen dan acara adat di Manggarai, cara untuk mengundang pawang hujan cukup dengan sebungkus rokok.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Nusa Tenggara TimurPawang hujanTradisi mengalihkan hujanTradisi TokaTradisi Toka ManggaraiWarga Manggarai
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 11:30 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik Politeknik Negeri Jember (Polije), Enrico Indra Budianto. Mahasiswa...

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Next Post
Gilang Widya Pramana, juragan 99 bersama sang istri, Shandy Purnamasari, berpelukan di depan jet pribadi yang ternyata sewaan. 

Ternyata Jet Pribadi Milik Juragan 99 Hanya Sewaan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID