• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bupati Kediri Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengunjungi 2 prasasti yang mengisahkan Bagawanta Bari di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kediri, Kamis (24/3/2022).

Bupati Kediri Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengunjungi 2 prasasti yang mengisahkan Bagawanta Bari di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kediri, Kamis (24/3/2022). (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

Prasasti Harinjing Jadi Rujukan Hari Jadi Kabupaten Kediri 25 Maret

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id – Prasasti menjadi hal utama dalam merujuk tanggal penting suatu daerah. Itu yang dilakukan Kabupaten Kediri untuk menentukan hari jadi. Hari jadi Kabupaten Kediri yang jatuh pada tanggal 25 Maret berdasarkan prasasti Harinjing. Penggunaan tanggal tersebut secara resmi ditetapkan pada tahun 1985.

Kasi Museum dan Purbakala Dinas Kebudayaan dan Periwisata (Disbudpar) Kabupaten Kediri, Eko Prianto, mengatakan tanggal 25 Maret yang menjadi penanda hari jadi Kabupaten Kediri secara resmi dikukuhkan pada tahun 1985.

You might also like

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

19/07/2026 2:05 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

Hal itu tertuang dalam Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kediri, Nomor 82 Tahun 1985 yang ditandatangani oleh pejabat Bupati Kediri, Drs Usri Sastradiredja pada 22 Januari 1985.

“Waktu itu penelusuran hari jadi Kediri itu dilakukan oleh Profesor Sukarto Kartoatmojo. Beliau seorang Guru Besar Arkeologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta,” ungkapnya.

Prasasti Harinjing atau Prasasti Sukabumi merupakan Prasasti yang dulunya ditemukan pada tahun 1916 di Kebun Kopi Sukabumi, Desa Siman, di wilayah Pare, sekarang wilayah tersebut menjadi Kecamatan Kepung. Saat itu, pada masa kolonial Belanda Prasasti asal nama Kediri diamankan oleh Administratur Kebun yang bernama W Pet di perumahannya.

“Prasasti Harinjing yang terdapat kata “Kadiri” pertama yang yang kelak menjadi Kediri, ukurannya tinggi 118 cm, lebar 88 cm, sedangkan, tebal 33-58 cm. Saat ini disimpan di museum Nasional Jakarta dengan nomor koleksi D-173,” tambah Eko.

Dia menjelaskan, Prasasti dari jaman Mataram kuno itu menceritakan penghargaan yang diberikan oleh Raja Mataram Kuno, Rakai Layang Dyah Tulodhong kepada Bagawanta Bari. Sebab, saat itu Bagawanta Bari berjasa membuat dhawuhan atau tanggul di Sungai Harinjing.

Sehingga, berkat tanggul itu dapat menanggulangi banjir dari luapan sungai. Bahkan, salain mengatasi banjir tanggul yang dibuat itu juga digunakan untuk mengairi sawah yang sebelumnya gersang karena kekurangan air.

“Dari dibangunnya sistem irigasi itu dapat meningkatkan hasil pertanian,” jelasnya.

Berkat jasanya itu, Bagawanta Bari mendapat hadiah pembebasan atas pajak dan iuran. Kata lain biasa disebut penghargaan tanah sima atau perdikan.

Sedangkan untuk tanggal hari jadi Kediri itu, Eko menyebut diambil dari tanggal pertama kali Prasasti Harinjing diterbitkan, yaitu Tahun 726 Saka atau bertepatan dengan tanggal 25 Maret tahun 804 Masehi.

“Pada hari Senin, hari Pasaran Wage, Wuku/Pawukon: Hariyang (Soma-Wagai-Haryang), tanggal 11 (ekadasi), Bulan: Caitra (bulan antara Maret-April), Suklapaksa (paro terang/tanggal 1-15 purnama),” pungkasnya.

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

Tags: Hari Jadi KediriKabupaten KediriPeninggalan SejarahPrasasti Harinjing
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Minggu (19/07/2026) menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kontras antara wilayah satu dengan lainnya....

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Next Post
Kondisi luka yang dialami korban dugaan penganiyaan di Sekolah Yayasan Advent, Kabupaten Pasuruan.

Lima Siswa Diamankan Polisi Terkait Dugaan Penganiayaan di Asrama SMP Pasuruan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID