• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tugujatim.id

Cikar milik Sutrisno saat mengikuti parade cikar Jumat (25/3) lalu. (Setyo/Tugujatim.id)

Sutrisno, 20 Tahun Jadi “Bos” Para Bajingan di Tengger Kidul, Kabupaten Kediri

Redaksi by Redaksi
4 years ago
in Featured, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bak kisah yang ditulis Puthut EA, Para bajingan yang menyenangkan ini berbaris di area kawasan Situs Totok Kerot, Kabupaten Kediri. Mereka bersiap untuk melakukan parade cikar menuju Simpang Lima Gumul. Tapi, ada seorang bajingan yang berdiri di barisan cikar paling belakang. Dengan kacamata hitam dan topi koboi itu ia bak seperti mafia bersenjata cemeti. Senyumnya ketus dan siap mencambuk kedua anak buahnya, Cemplon dan Bagong. Dengan tubuh kekar, Bagong dan Cemplong sangat jinak saat didekati Sutrisno. Tak terlihat ada perlawanan sama sekali. Meskipun, Bagong dan Cemplon diikat tali tambang pada kepala dan hidungnya.

tugujatim.id
Cikar milik Sutrisno (paling kiri) saat mengikuti parade cikar Jumat (25/3) lalu. (Setyo/Tugujatim.id)

Anehnya, ketika ada beberapa orang selain Sutrisno ingin berfoto, Bagong dan Cemplon terlihat ingin menyeruduk. Tanduknya yang tajam itu beberapa kali membuat kaget orang sekitar. Bahkan, keduanya mendengus cukup keras seperti berancang-ancang untuk menyerang.

You might also like

DPRD Kota Malang

DPRD Kota Malang Klaim Sudah Kirim Aspirasi Mahasiswa ke Pusat, Respons Tuntutan Penghentian MBG di Demo Rabu, Berbeda!

17/06/2026 11:17 PM
IJTI

Mohamad Mahrus Terpilih Aklamasi Pimpin IJTI Pantura Raya Periode 2026-2029

17/06/2026 10:58 PM

Pria asal Desa Tengger Kidul, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri ini telah lama menjadi seorang bajingan. Sekitar 20 tahun, Sutrisno mengaku telah bekerja sebagai pengemudi cikar. Moda transportasi kuno cikar ini telah sejak muda ia jalani.

“Lama banget, sudah 20 tahunan jadi bajingan,” katanya sambil tertawa.

tugujatim.id
Cikar milik Sutrisno saat mengikuti parade cikar Jumat (25/3) lalu. (Setyo/Tugujatim.id)

Bukan tanpa sebab ia tertawa ketika diwawancarai Tugu Jatim. Sutrisno tahu betul apa makna lain dari seorang bajingan. Namun, dalam konteks ini, memang Sutrisno ialah seorang pengemudi cikar. Ia merasa senang sekali ketika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jumat (25/3) itu menggelar parade cikar. Sebab, moda transportasi ini telah langka. Hal ini dibuktikan ketika ada parade cikar di area kawasan Situs Totok Kerot, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Hanya sekitar 20 cikar yang berbaris untuk menuju ke monumen Simpang Lima Gumul (SLG).

Bahkan, hanya Sutrisno yang melengkapi cikarnya dengan bendera merah putih kusam dan pengeras suara dengan lantunan lagu dangdut. Tak hanya itu, ia juga membawa ratusan warga dengan sepeda motor yang mengikuti di belakang cikarnya.

Dentum suara lagu dangdut itu mengiringi jalan sepanjang 22 kilometer dari situs Totok Kerot menuju ke SLG. Kesemarakan ini seolah menjadi pintu terbuka setelah dua tahun lamanya Kabupaten Kediri nyaris lumpuh dari kegiatan massa karena pandemi Covid-19.

tugujatim.id
Cikar milik Sutrisno saat mengikuti parade cikar Jumat (25/3) lalu. (Setyo/Tugujatim.id)

“Makanya biar ramai sekalian saya kasih sound (pengeras suara,red) di gerobak,” ungkap Sutrisno.

Di bawah sorotan matahari siang sekitar pukul 13.30 itu, Sutrisno menceritakan memang mulai awal tahun 2000-an, ia telah melakoni pekerjaan sebagai bajingan. Gerobak kayu kokoh itu telah berganti-ganti sapi yang menariknya. Menurutnya, Cemplon dan Bagong saat ini sudah sekitar lima tahun menarik gerobak. Sebenarnya, ada empat sapi yang digunakan Sutrisno untuk menarik gerobak cikar. Namun, dua sapi lain telah dijualnya untuk kebutuhan hewan kurban pada perayaan Idul Adha tahun lalu. Sehingga, tinggal ada Bagong dan Cemplon yang digunakan untuk menarik gerobak.

“Tahun lalu tak jual dua ekor, dulunya ya sama kayak Bagong Cemplon buat cikar, tapi gimana lagi ditawar orang buat hewan kurban,” terang pria bertopi koboi itu.

Setiap harinya, Bagong dan Cemplon bertugas mengangkut pupuk kandang di sekitar Tengger Kidul, Pagu. Bahkan, beberapa kali untuk mengangkut bahan bangunan dan juga tanah uruk. Dalam sehari, dua peliharaan Sutrisno ini bisa menghasilkan Rp 500 ribu. Wajar bila saat ini, kata Sutrisno, ia sudah tidak lagi mengemudikan cikar sendiri. Ia mempunyai beberapa anak buah yang mengemudikan Bagong dan Cemplon.

Ia mengaku beberapa kali menjadi langganan salah satu pondok pesantren ketika momentum hari raya Idul Adha. Termasuk Bagong dan Cemplon yang sudah ditawar beberapa orang dengan harga perekor Rp 28 juta. Tapi, ia masih berat hati untuk melepas pasangan Bagong dan Cemplon kepada orang lain.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Bagong dan CemplonCikarKabupaten KediriKediriParade CikarSutrisno
Redaksi

Redaksi

Related Stories

DPRD Kota Malang

DPRD Kota Malang Klaim Sudah Kirim Aspirasi Mahasiswa ke Pusat, Respons Tuntutan Penghentian MBG di Demo Rabu, Berbeda!

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 11:17 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kota Malang mengklaim telah meneruskan aspirasi mahasiswa yang disampaikan dalam aksi #IndonesiaGawatDarurat pada 15 Juni 2026...

IJTI

Mohamad Mahrus Terpilih Aklamasi Pimpin IJTI Pantura Raya Periode 2026-2029

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 10:58 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Mohamad Mahrus terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya periode 2026-2029...

Malang

Donatur Kolektif Kembali Buka Posko Logistik di Aksi DPRD Kota Malang, Angkat Pesan ‘Makanan Beneran Gratis’

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 9:47 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Komunitas Donatur Kolektif kembali membuka posko logistik untuk mendukung peserta aksi yang digelar di depan Gedung DPRD...

Surabaya

Di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Surabaya, Pedagang Minuman dan Es Raup Berkah

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 7:36 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi BEM Surabaya (ABS) di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/06/2026), tidak...

Next Post
Kondisi gudang benang yang hangus terbakar setelah disambar petir di Desa Karangrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Minggu (27/3/2022).

Disambar Petir, Gudang Benang Habis Terbakar di Pasuruan Kerugian Sekitar Rp 2 Miliar

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID