• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi orang mohon ampun kepada Tuhan.

Ilustrasi orang mohon ampun kepada Tuhan. (Foto: Pexels)

Tradisi Sungkeman saat Lebaran, Pernah Dicurigai sebagai Aksi Pemberontakan di Zaman Kolonial

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Orang Indonesia memiliki tradisi unik dalam merayakan lebaran, yaitu sungkeman. Tradisi ini sebetulnya bagian dari wujud saling memaafkan di hari yang fitri. Namun, dalam sejarahnya sungkeman pernah dicurigai sebagai bentuk pemberonkan oleh Belanda.

Saling memafkan sendiri adalah ajaran yang dianjurkan dalam Islam. Jadi setelah dosa manusia kepada Tuhan sudah diampuni melalui ibadah puasa, maka manusia masih memiliki dosa pada sesama manusia.

You might also like

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM
Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM

Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan untuk saling meminta maaf dan memaafkaan di hari lebaran. Dari situlah awal sejarah sungkeman di pulau Jawa.

Sungkem/sungkeman biasanya dilakukan oleh anak kepada orang tua atau keluarga yang lebih tua (Jawa: pinisepuh). Ini untuk menunjukkan tanda bakti dan rasa terimakasih atas bimbingan dari lahir sampai dewasa.

Sungkem dilakukan dengan jongkok sambil mencium tangan, juga bisa dilakuakan sebagai permintaan maaf kepada orang yang lebih tua atas kesalahan yang sudah dilakukan.

Ada pun menurut sejarah, sungkeman masal pertama kali pernah dilakukan di Keraton Surakarta, yaitu pada masa Kanjeng Gusti Pangeran Agung Sri Mangkunegara I. Pada masa tersebut seluruh punggawanya berkumpul bersama dan saling bermaafan setelah menjalankan salat Idul Fitri.

Namun pada zaman kolonial, pihak keraton sendiri terbabatasi untuk menggelar tradisi sungkeman karena penjajah mencurigai sebagai pertemuan terselubung untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah.

Bahkan, Belanda nyaris menangkap Ir Soekarno dan dr R Radjiman Widyodiningrat yang merupakan dokter pribadi SISKS Paku Buwono (PB) X, Raja Keraton Surakarta.

Saat itu, ada gelar sungkeman di gedung Habipraya, Singosaren, pada lebaran tahun 1930. Paku Buwono X saat itu juga berada di lokasi langsung menjawab jika tradisi itu bukan aksi penggalangan masa. Tapi, halal bi halal saat lebaran. Sedangakan yang dimaksud halal bi halal yaitu sungkeman itu sendiri.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Hari Raya Idul FitriSaling Bermaafan saat LebaranSejarah Sungkeman di JawaSungkeman saat LebaranSungkeman Zaman KolonialTradisi Sungkeman
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Next Post
Ilustrasi mobil dinas milik ASN Kabupaten Pasuruan.

Ketahuan Pakai Mobil Dinas Buat Mudik, ASN di Pasuruan Bisa Kena Sanksi Berat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID