• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi orang mohon ampun kepada Tuhan.

Ilustrasi orang mohon ampun kepada Tuhan. (Foto: Pexels)

Tradisi Sungkeman saat Lebaran, Pernah Dicurigai sebagai Aksi Pemberontakan di Zaman Kolonial

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Orang Indonesia memiliki tradisi unik dalam merayakan lebaran, yaitu sungkeman. Tradisi ini sebetulnya bagian dari wujud saling memaafkan di hari yang fitri. Namun, dalam sejarahnya sungkeman pernah dicurigai sebagai bentuk pemberonkan oleh Belanda.

Saling memafkan sendiri adalah ajaran yang dianjurkan dalam Islam. Jadi setelah dosa manusia kepada Tuhan sudah diampuni melalui ibadah puasa, maka manusia masih memiliki dosa pada sesama manusia.

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM

Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan untuk saling meminta maaf dan memaafkaan di hari lebaran. Dari situlah awal sejarah sungkeman di pulau Jawa.

Sungkem/sungkeman biasanya dilakukan oleh anak kepada orang tua atau keluarga yang lebih tua (Jawa: pinisepuh). Ini untuk menunjukkan tanda bakti dan rasa terimakasih atas bimbingan dari lahir sampai dewasa.

Sungkem dilakukan dengan jongkok sambil mencium tangan, juga bisa dilakuakan sebagai permintaan maaf kepada orang yang lebih tua atas kesalahan yang sudah dilakukan.

Ada pun menurut sejarah, sungkeman masal pertama kali pernah dilakukan di Keraton Surakarta, yaitu pada masa Kanjeng Gusti Pangeran Agung Sri Mangkunegara I. Pada masa tersebut seluruh punggawanya berkumpul bersama dan saling bermaafan setelah menjalankan salat Idul Fitri.

Namun pada zaman kolonial, pihak keraton sendiri terbabatasi untuk menggelar tradisi sungkeman karena penjajah mencurigai sebagai pertemuan terselubung untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah.

Bahkan, Belanda nyaris menangkap Ir Soekarno dan dr R Radjiman Widyodiningrat yang merupakan dokter pribadi SISKS Paku Buwono (PB) X, Raja Keraton Surakarta.

Saat itu, ada gelar sungkeman di gedung Habipraya, Singosaren, pada lebaran tahun 1930. Paku Buwono X saat itu juga berada di lokasi langsung menjawab jika tradisi itu bukan aksi penggalangan masa. Tapi, halal bi halal saat lebaran. Sedangakan yang dimaksud halal bi halal yaitu sungkeman itu sendiri.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Hari Raya Idul FitriSaling Bermaafan saat LebaranSejarah Sungkeman di JawaSungkeman saat LebaranSungkeman Zaman KolonialTradisi Sungkeman
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Next Post
Ilustrasi mobil dinas milik ASN Kabupaten Pasuruan.

Ketahuan Pakai Mobil Dinas Buat Mudik, ASN di Pasuruan Bisa Kena Sanksi Berat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID