• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tim BBKSDA dan CDK wilayah Sumenep saat berada di Pulau Masakambing

Tim BBKSDA dan CDK wilayah Sumenep saat berada di Pulau Masakambing. (Foto: Roni Versal)

BBKSDA Jatim Lindungi Kakatua Jambul Kuning yang Hampir Punah di Desa Masakambing Sumenep

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SUMENEP, Tugujatim.id – Keberadaan burung kakatua kecil jambul kuning di Desa Masakambing, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep yang ditetapkan sebagai hewan langka terus diperhatikan oleh pemerintah Jawa Timur. Kali ini keberadaan burung bernama latin cacatua sulphurea abbotti terancam punah. Pasalnya, terjadi eksplorasi pepohonan yang menjadi habitat burung langka tersebut.

BBKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Timur bersama CDK (Cabang Dinas Kehutanan) Wilayah Sumenep datang ke pulau Masakambing untuk memberikan solusi bagi keberlangsungan hewan itu. Mereka merehabilitasi pohon mangrove untuk menjaga keberlangsungan habitat kakaktua jambul kuning.

You might also like

Muktamar NU

Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Pesantren Tambakberas Jombang Sulap Gedung Madrasah Jadi Penginapan

09/07/2026 9:45 AM
Jawa Timur

Kontras Suhu Ekstrem dan Variasi Cuaca Jawa Timur 9 Juli 2026, dari Dingin Berkabut hingga Panas Menyengat

09/07/2026 8:48 AM

“Habitat burung ini perlu dilestarikan, agar keberadaannya bisa terus berlangsung dan berkembang biak,” kata Sumpena selaku Kasi Konservasi Wilayah IV BBKSDA Jawa Timur pada Jumat (27/5/2022).

Menurutnya, penanam mangrove tersebut dilakukan di bekas tambak yang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya dan sangat perlu untuk dilakukan rehabilitasi sebagai pohon sarang, penyedia pakan, dan tempat tidur bagi burung kakaktua kecil jambul kuning. Setidaknya 500 batang bibit mangrove Jenis Rhizopora Aculata ditanam kali ini.

652e65d9 1080 465c 89fd 02c66e99a685
Tim BBKSDA dan CDK wilayah Sumenep bermusyawarah dengan warga pulau Masakambing. (Foto: Roni Versal)

Selain itu, Sumpena melanjutkan, masyakat yang hidup berdampingan dengan Beka` (nama lokal burung Kakaktua) diberikan bekal pelatihan sarang lebah madu dengan melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH), Kelompok Sadar Wisata (PokDarWis), Tokoh Masyakat, Instansi Pendidikan, dan Pemuda.

“Harapannya masyakat mendapatkan manfaat dengan kekayaan SDA yang ada di Desa Masakambing serta sebagai upaya menjaga habitat Beka’ yang hidup berdampingan dengan masyarakat,” kata dia.

Desa Masakambing telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsah melalui Surat Gubernur Jawa Timur Nomor 188/166/KPTS/013/2020, pada 13 April 2020 yang kemudian ditindak lanjuti melalui Surat Keputusan Nomor 188/120/KPTS/013/2021.

Untuk itulah BBKSDA Jatim dan CDK Wilayah Sumenep bekunjung ke pulau yang berada di tengah laut Jawa ini untuk memberi perhatian padah buru Beka’.

2ea4ef71 e1ae 4f43 937f 5c2d0257062b
Tim BBKSDA dan CDK Sumenep melakukan penanaman pohon mangrove. (Foto: Dokumen)

A Katri dari CDK mengatakan bahwa Cabang Dinas Kehutanan Sumenep itu masuk dalam tim pengelola KEE yang memiliki tugas untuk merehabilitasi, melakukan pemberdayaan dan pembinaan kelompok masyarakat.

“Dari CDK sudah mengawali kegiatan tersebut sejak 2021 dan kemudian akan mendistribusikan bibit kembali sebanyak 400 pohon buah-buah di akhir tahun 2022,” kata dia.

Sementara Sumpena melanjutkan bahwa KEE ini terdiri dari berbagai unsur atau forum pengelola, salah satunya adalah BBKSDA Jawa Timur, CDK, dan pemerintah pusat maupun daerah.

“BAPPEDA juga sudah melakukan survey awal penelitian, Pertamina Camplong juga terlibat sebagai penyedia pendanaan. Sedangkan dari BBKSDA sendiri difokuskan untuk kegiatan pengamanan, perlindungan dan monitoring serta pembinaan habitat Kakaktua Jambul Kuning,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, BBKSDA Jawa Timur dan CDK Wilayah Sumenep juga mengukuhkan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) asal Desa Masakambing.

4104cea6 5a8b 4516 9dae e413e1529aa0
Burung Kakatua kecil jambul kuning yang kini ditetapkan sebagai hewan langka. (Foto: Dokumen)

Penyuluh ini yang terdiri dari empat orang yaitu Usman, Alam, Ilham, dan Miftah. Mereka diharapkan dapat mewakili KEE di Pulau Masakambing serta menjadi penyambung keinginan masyarakat agar mendapatkan tindak lanjut dari tim KEE untuk pelestarian Kakaktua di Desa Masakambing.

Usman selaku PKSM dan sekaligus mewakili masyarakat Pulau Masakambing manyampaikan terimakasih kepa BBKSDA Jawa Timur dan CDK Wilayah Sumenep yang sudah berkenan hadir di tengah-tengah masyarakat Desa Masakambing.

“Kami mewakili masyarakat Masakambing menyampaikan terimakasih atas kehadirannya dari BBKSDA Jawa Timur dan CDK Wilayah Sumenep, semoga tidak pernah bosan untuk hadir di pulau kami, dan semoga ini juga menjadi pemantik untuk lainnya agar turut serta hadir di Pulau Masakambing bersama-sama melestarikan Kakaktua,” kata dia.

PKSM sendiri memiliki beberapa tupoksinya yaitu melakukan kegiatan pendampingan pada semua kegiatan KTH dan menyampaikan kepada masyarakat umum dan pelaku utama (Petani) pelaku usaha (pelaku usaha di bidang kehutanan) semua Program Dinas Kehutanan agar mampu meningkatkan kesadaran menjaga serta mempertahankan kelestarian SDA Desa Masakambing.

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: BBKSDA JatimBurung Kakatua Jambul KuningCDK Wilayah SumenepJawa TimurPulau MasakambingPulau Masalembu
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Muktamar NU

Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Pesantren Tambakberas Jombang Sulap Gedung Madrasah Jadi Penginapan

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 9:45 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35 pada 27 sampai 31 Agustus 2026, Pondok Pesantren Bahrul Ulum...

Jawa Timur

Kontras Suhu Ekstrem dan Variasi Cuaca Jawa Timur 9 Juli 2026, dari Dingin Berkabut hingga Panas Menyengat

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 8:48 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Kamis (09/07/2026) bergerak dalam spektrum yang cukup tajam, dari hawa dingin berkabut di...

Bojonegoro

Dijanjikan Rp1,4 Juta per Bulan, Pengelola Kopdes Merah Putih Bojonegoro Kecewa Terima Upah Minim

by Mochamad Abdurrochim
08/07/2026 5:15 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi desa kini menuai sorotan. Sejumlah gerai...

Pembunuhan ASN Bangkalan

Terduga Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan yang Diduga Beraksi Tipu Perempuan Bermodal Rayuan

by Mochamad Abdurrochim
08/07/2026 4:45 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pembunuhan ASN Bangkalan masih terus diusut Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur. Polisi kini memburu...

Next Post
Tangkapan layar tenda hajatan roboh di Kediri akibat diterjang angin kencang viral di media sosial.

Tenda Hajatan di Kampung Inggris Kediri Roboh Diterjang Angin Kencang, Cuma Untungnya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID