BBKSDA Jatim Lindungi Kakatua Jambul Kuning yang Hampir Punah di Desa Masakambing Sumenep

BBKSDA Jatim Lindungi Kakatua Jambul Kuning yang Hampir Punah di Desa Masakambing Sumenep

  • Bagikan
Tim BBKSDA dan CDK wilayah Sumenep saat berada di Pulau Masakambing
Tim BBKSDA dan CDK wilayah Sumenep saat berada di Pulau Masakambing. (Foto: Roni Versal)

SUMENEP, Tugujatim.id – Keberadaan burung kakatua kecil jambul kuning di Desa Masakambing, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep yang ditetapkan sebagai hewan langka terus diperhatikan oleh pemerintah Jawa Timur. Kali ini keberadaan burung bernama latin cacatua sulphurea abbotti terancam punah. Pasalnya, terjadi eksplorasi pepohonan yang menjadi habitat burung langka tersebut.

BBKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Timur bersama CDK (Cabang Dinas Kehutanan) Wilayah Sumenep datang ke pulau Masakambing untuk memberikan solusi bagi keberlangsungan hewan itu. Mereka merehabilitasi pohon mangrove untuk menjaga keberlangsungan habitat kakaktua jambul kuning.

“Habitat burung ini perlu dilestarikan, agar keberadaannya bisa terus berlangsung dan berkembang biak,” kata Sumpena selaku Kasi Konservasi Wilayah IV BBKSDA Jawa Timur pada Jumat (27/5/2022).

Menurutnya, penanam mangrove tersebut dilakukan di bekas tambak yang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya dan sangat perlu untuk dilakukan rehabilitasi sebagai pohon sarang, penyedia pakan, dan tempat tidur bagi burung kakaktua kecil jambul kuning. Setidaknya 500 batang bibit mangrove Jenis Rhizopora Aculata ditanam kali ini.

Tim BBKSDA dan CDK wilayah Sumenep bermusyawarah dengan warga pulau Masakambing. (Foto: Roni Versal)

Selain itu, Sumpena melanjutkan, masyakat yang hidup berdampingan dengan Beka` (nama lokal burung Kakaktua) diberikan bekal pelatihan sarang lebah madu dengan melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH), Kelompok Sadar Wisata (PokDarWis), Tokoh Masyakat, Instansi Pendidikan, dan Pemuda.

“Harapannya masyakat mendapatkan manfaat dengan kekayaan SDA yang ada di Desa Masakambing serta sebagai upaya menjaga habitat Beka’ yang hidup berdampingan dengan masyarakat,” kata dia.

Desa Masakambing telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsah melalui Surat Gubernur Jawa Timur Nomor 188/166/KPTS/013/2020, pada 13 April 2020 yang kemudian ditindak lanjuti melalui Surat Keputusan Nomor 188/120/KPTS/013/2021.

Untuk itulah BBKSDA Jatim dan CDK Wilayah Sumenep bekunjung ke pulau yang berada di tengah laut Jawa ini untuk memberi perhatian padah buru Beka’.

Tim BBKSDA dan CDK Sumenep melakukan penanaman pohon mangrove. (Foto: Dokumen)

A Katri dari CDK mengatakan bahwa Cabang Dinas Kehutanan Sumenep itu masuk dalam tim pengelola KEE yang memiliki tugas untuk merehabilitasi, melakukan pemberdayaan dan pembinaan kelompok masyarakat.

“Dari CDK sudah mengawali kegiatan tersebut sejak 2021 dan kemudian akan mendistribusikan bibit kembali sebanyak 400 pohon buah-buah di akhir tahun 2022,” kata dia.

Sementara Sumpena melanjutkan bahwa KEE ini terdiri dari berbagai unsur atau forum pengelola, salah satunya adalah BBKSDA Jawa Timur, CDK, dan pemerintah pusat maupun daerah.

“BAPPEDA juga sudah melakukan survey awal penelitian, Pertamina Camplong juga terlibat sebagai penyedia pendanaan. Sedangkan dari BBKSDA sendiri difokuskan untuk kegiatan pengamanan, perlindungan dan monitoring serta pembinaan habitat Kakaktua Jambul Kuning,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, BBKSDA Jawa Timur dan CDK Wilayah Sumenep juga mengukuhkan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) asal Desa Masakambing.

Burung Kakatua kecil jambul kuning yang kini ditetapkan sebagai hewan langka. (Foto: Dokumen)

Penyuluh ini yang terdiri dari empat orang yaitu Usman, Alam, Ilham, dan Miftah. Mereka diharapkan dapat mewakili KEE di Pulau Masakambing serta menjadi penyambung keinginan masyarakat agar mendapatkan tindak lanjut dari tim KEE untuk pelestarian Kakaktua di Desa Masakambing.

Usman selaku PKSM dan sekaligus mewakili masyarakat Pulau Masakambing manyampaikan terimakasih kepa BBKSDA Jawa Timur dan CDK Wilayah Sumenep yang sudah berkenan hadir di tengah-tengah masyarakat Desa Masakambing.

“Kami mewakili masyarakat Masakambing menyampaikan terimakasih atas kehadirannya dari BBKSDA Jawa Timur dan CDK Wilayah Sumenep, semoga tidak pernah bosan untuk hadir di pulau kami, dan semoga ini juga menjadi pemantik untuk lainnya agar turut serta hadir di Pulau Masakambing bersama-sama melestarikan Kakaktua,” kata dia.

PKSM sendiri memiliki beberapa tupoksinya yaitu melakukan kegiatan pendampingan pada semua kegiatan KTH dan menyampaikan kepada masyarakat umum dan pelaku utama (Petani) pelaku usaha (pelaku usaha di bidang kehutanan) semua Program Dinas Kehutanan agar mampu meningkatkan kesadaran menjaga serta mempertahankan kelestarian SDA Desa Masakambing.


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan