BOJONEGORO, Tugujatim.id – Kabupaten Bojonegoro tak hanya dikenal dengan minyak dan gas bumi (migas), kerajinan lain seperti kayu jati juga menjadi produk unggulan kabupaten yang berbatasan dengan Jawa Tengah ini.
Kayu jati dimanfaatkan untuk membuat furnitur seperti kursi, lemari, jam dinding, pintu, perabotan rumah, dan meja. Ada juga yang membuatnya menjadi doran gagang pacul atau cangkul.
Salah satunya digeluti oleh Sutiono (39), perajin asal Dusun Kedondong, Desa Panunggalan, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro mulai menekuni pembuatan doran pacul dari kayu jati sekitar tahun 2005. Bahkan, sesepuh di sekitar lingkunnya sudah mulai usaha pembuatan doran gagang cangkul ini sejak 1980.
Dia mengaku, hingga kini ada sekitar 15 KK yang menggeluti kerajinan kayu jati yang dikerjakan secara manual ini.
“Karena faktor lanjut usia, jadi hanya ada 15 KK yang saat ini masih menggeluti usaha ini,” katanya.
Dalam satu hari, Sutiono mampu menghasilkan setidaknya 40 batang doran gagang cangkul secara manual.
Setelah siap dipasarkan, doran gagang cangkul miliknya akan dijual ke tengkulak, selain itu memanfaatkan media sosial seperti facebook untuk promosi produk buatannya.
Pembelinya, lanjut dia, berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Di antaranya Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Lamongan, dan Gresik. Untuk harga grosir, doran gagang cangkul dijual dengan harga Rp 6 ribu. Sementara jika ecer Rp 10 ribu per doran jati.
Meski harga yang dijual cukup terjangkau, namun doran gagang cangkul ini dikatakan memiliki ketahanan hingga 2 tahun.
Terakhir, Sutiono berharap agar usaha asal desanya terus berkembang dan mengharapkan dukungan dari pemdes hingga pemerintah kabupaten untuk membantu kendala utamanya terkait pemodalan. Sebab, menurut Sutiono, usaha doran jati terbilang musiman.
“Kalau petani mau nggarap sawah baru ramai pembeli. Kalau sudah itu sepi lagi. Nanti masuk tanam, baru ramai lagi. Sehingga kami membutuhkan modal untuk bertahan dalam mencukupi kebutuhan kami. Semoga usaha kami diperhatikan dengan pemerintah,” pungkasnya.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim








