• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penjualan seragam sekolah di Lamongan menurun drastis sejak pandemi COVID-19 menyerang. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Penjualan seragam sekolah di Lamongan menurun drastis sejak pandemi COVID-19 menyerang. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Pandemi COVID-19, Penjualan Seragam Sekolah di Lamongan Turun 50 Persen

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Pendidikan, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

LAMONGAN, Tugujatim.id – Penjualan seragam sekolah di Lamongan menurun drastis sejak adanya pandemi COVID-19. Tak tanggung-tanggung, nilai penjualannya melorot drastis hingga 50 persen.

Hal tersebut dirasakan Halimah, salah satu penjual seragam sekolah di Pasar Babat Lamongan.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Ditemui Tugu Jatim saat berjualan, Halimah menuturkan penjualan untuk seragam sekolah menurun hingga setengah dari biasanya.

“Ya pasti turun mbak, sejak awal adanya virus corona ini, turunnya 50 persen,” ujarnya, Selasa (12/01/2021).

Sebelumnya, dalam sehari Halimah bisa mendapat pembeli sebanyak 10 sampai 15 orang. Namun, kali ini hanya sekitar 5 orang saja.

“Kalau lagi kenaikan sekolah bulan Juli itu biasanya 10-15 orang yang beli, sekarang cuma 5 orang, itu pun anak-anak SD yang beli,” tuturnya.

Ditemui terpisah Arif Ferlani, penjual seragam yang lain juga mengatakan hal yang sama. Namun, dirinya mengaku mengalami penurunan penjualan hingga 60 persen.

Sejak adanya COVID-19 ini, sistem pembelajaran diganti menjadi daring (online) sehingga mengharuskan para siswa untuk belajar di rumah.

Dengan adanya peraturan tersebut membuat para pedagang seragam sekolah merasakan dampak penurunan omset penjualan. (Mila Arinda/gg)

Tags: corona viruscovid-19Kabupaten LamonganLamonganpandemisekolahvirus corona
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Beri Toleransi Jam Tutup Mal saat PPKM, Maksimal 30 Menit

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID