• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Paragon Corp. (Foto: Dok Paragon Corp/Tugu Jatim)

Senior Officer Corporate Communication PT Paragon Technology and Innovation Eko Siswati (jilbab pink) saat memandu Tugu Media Group berkeliling ke Paragon. (Foto: Dok Paragon Corp)

Miliki Budaya Kerja Unik, Paragon Corp Itu Kampus atau Tempat Kerja?

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Tugujatim.id – Paragon Corp memang memiliki budaya kerja yang unik. Saking uniknya, barangkali banyak yang bertanya-tanya Paragon ini kampus atau tempat kerja. Hal ini diungkapkan Senior Officer Corporate Communication PT Paragon Technology and Innovation Eko Siswati saat tim Tugu Media Group berkunjung ke Jakarta.

”Awalnya saya menganggap Paragon Corp ini kampus apa tempat kerja ya,” begitulah salah satu ungkapan dalam sebuah diskusi dengan tim Tugu Media Group, beberapa waktu lalu di kantor Jakarta.

You might also like

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

30/05/2026 8:27 PM
Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

03/05/2026 7:42 PM

Memang PT Paragon Technology and Innovation sebagai raksasa kosmetik yang membawahi sejumlah brand ternama seperti Wardah, Make Over, Emina, Kahf, Biodef Labore, Instaperfect, Crystallure, dan Tavi itu dikenal memiliki budaya kerja yang unik. Sebab, poin utama ekosistem yang dibangun Paragon yaitu mau belajar dan mengembangkan potensi diri.

Karena itu, setiap tim yang ada di dalam Paragon akan didorong dan ditantang terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Tujuannya untuk menciptakan gagasan dan ide brilian. Selain itu, lingkungan kerja Paragon Corp juga mengedepankan kedekatan dan kekeluargaan.

Paragon Corp. (Foto: Dok Paragon Corp/Tugu Jatim)
Potret kebersamaan Paragon Corp saat menyambut hangat tim Tugu Media Group di Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Paragon Corp)

Dia mengatakan, orang yang baru akan terkejut dengan lingkungan kerja yang dibangun Paragon. Tak sedikit karyawan baru di sejumlah divisi Paragon yang melongo ketika kali pertama bekerja di sana. Eko yang sebelumnya bekerja di MD Entertainment pada 2005 itu juga mengaku kaget ketika baru bekerja di Paragon pada 2015.

“Saya juga baru tahu di perusahaan ini itu saya harus belajar. Kalau di tempat kerja yang lama kan kerja dan kerja. Kalau di Paragon itu harus terus belajar dan belajar,” ucapnya.

Lulusan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, ini menyebut, usai bekerja di Paragon, dia merasa lebih optimistis menjalani setiap pekerjaan. Ekosistem kerja yang sehat di Paragon membuatnya betah dan nyaman bekerja.

Apalagi, CEO PT Paragon Salman Subakat selalu memberikan dorongan dan pendidikan yang berkelanjutan kepada setiap tim di Paragon untuk mengasah kemampuan diri. Mulai mengikuti pelatihan public speaking, training pengembangan diri, marketing, dan lain-lainnya.

”Bahkan ketika awal-awal masuk dulu, ada training sekitar sampai dua kali. Kemudian sepekan sekali ada mentoring dari Pak Salman,” bebernya.

Suasana Perusahaan Sehat dan Nyaman Bikin Betah Karyawan

Sementara itu, Group Corporate Innovation Office PT Paragon Technology and Innovation Rasid Halimi juga menjelaskan keunikan kingkungan kerja di sana. Dia menyebut, lingkungan kerja Paragon sangat sehat dan mampu mendorong orang untuk berkarya.

“Di Paragon itu selalu mewujudkan budaya berinovasi. Jadi, keseluruhan yang ada di sana, seperti jumlah SDM dan produktivitas tidak akan berubah, karena lingkungannya sehat dan membuat orang betah bekerja,” paparnya.

Dia mengatakan, yang membuat Rasid betah di Paragon Corp soal nilai-nilai spiritual benar-benar dipegang.

“Dalam bisnis kan ada banyak P (person), proses, price, dan yang terakhir pertolongan Tuhan. Ini yang luar biasa menurut saya,” katanya.

Menurut dia, di Paragon Corp, di tengah kerasnya kehidupan Jakarta, sangat jarang sekali ada yang melakukan instruksi dengan marah-marah. Semua orang mengajak dengan penuh kesabaran.

“Saya baru dua bulan di Paragon, yang saya simpulkan ini seperti rumah budaya dan karakter,” kata Muhammad Kamal Muzakki, salah satu staf dari CEO Office PT Paragon Technology and Innovation.

Kamal yang merupakan mantan Ketua Rumah Amal Salman ini menjelaskan, dirinya yang datang lembaga sosial, merasa value Paragon, sama dengan dirinya.

“Karena Paragon dari dulunya didirikan untuk menolong orang, itu yang saya dengar dari Bu Nur (Founder PT Paragon Technology and Innovation Nurhayati Subakat), jadi satu frekuensi, saya juga masih belajar di sini,” katanya.

Untuk diketahui, Paragon Corp mempunyai nilai-nilai yang mereka terapkan. Di antaranya, Ketuhanan, Kekeluargaan, Keteladanan, Tanggung Jawab, Fokus pada Pelanggan, dan Inovasi.

Tim Tugu Media Group juga mendapat kesempatan belajar budaya kerja di Paragon mulai 3-6 Agustus 2022. CEO Tugu Media Group Irham Thoriq, GM Tugujatim.id Bayu Eka dan GM Tugumalang.id Fajrus Sidiq, dan wartawan tugumalang.id M. Sholeh ditunjukkan sejumlah kantor dan komunitas di dalam ekosistem Paragon.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Berita Jakarta hari iniBudaya unik Paragon CorpCEO Paragon Salman SubakatEkosistem Paragon CorpJakarta hari iniParagon CorpParagon Corp adalahParagon Technology and InnovationPT ParagonSalman SubakatTugu Media Group
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

by Dwi Linda
30/05/2026 8:27 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berada di persimpangan yang tidak mudah. Ketegangan...

Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

by Mochamad Abdurrochim
03/05/2026 7:42 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Tasyakuran 50 tahun pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain berlangsung penuh kesan, syukur, dan inspirasi di Hotel...

AHWA.

Menimbang Pelembagaan AHWA sebagai Otoritas Kepemimpinan NU

by Dwi Linda
14/04/2026 7:52 PM
0

Oleh: Abdur Rahim (Warga NU; tinggal di Desa Simo, Tuban)   TUBAN, Tugujatim.id - Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

Next Post
Baddrut Tamam. (Foto: Pemkab Pamekasan/Tugu Jatim)

Inovasi Pamekasan Call Care Terdaftar di HAKI, Ikhtiar Baddrut Tamam Majukan Kabupaten

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID