• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim, Habib Mahdi al Khirid. (Foto: Dokumen/PW GP Ansor Jatim)

Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim, Habib Mahdi al Khirid. (Foto: Dokumen/PW GP Ansor Jatim)

GP Ansor Jatim: Asal Usul Orang Bernama Abu Janda Itu Tidak Jelas

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Pihak Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur (GP Ansor Jatim) angkat bicara perihal sosok bernama Permadi Arya atau yang dikenal Abu Janda yang kerap kali mengenakan pakaian khas Banser di berbagai acara. Di mana, akhir-akhir ini, Abu Janda menyulut banyak kontroversi dengan ucapan yang cenderung rasisme.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jatim pun mulai menelisik dari mana Abu Janda tersebut. Menurut Ketua Cyber Media PW GP Ansor Jawa Timur, Habib Mahdi El Khered, asal-usul Abu Janda dianggap tidak jelas.

You might also like

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

18/07/2026 6:15 PM
Polres Blitar Kota.

Berkali-kali Tersandung Narkoba, Polisi Senior di Polres Blitar Kota Dipecat

18/07/2026 5:00 PM

“Permadi atau Abu Janda ini asal-usulnya tidak jelas dari cabang mana, NU (Nahdlatul Ulama, red) itu organisasi yang terstruktur dari pusat, wilayah, cabang, wakil cabang hingga ranting di desa-desa jadi jelas mengakar barangsiapa yang hanya mencatut seperti Abu Janda sudah terdeteksi mau menyusup,” tutur Ketua Cyber Media PW GP Ansor Jawa Timur, Habib Mahdi El Khered pada pewarta, Sabtu (30/01/2021).

Berbagai pernyataan yang diproduksi Abu Janda semakin lama, semakin ngawur. Ada juga yang berpikir bahwa Abu Janda merupakan sosok proxy yang sengaja disusupkan ke tubuh NU, sebagai upaya merusak citra NU di masyarakat. Banyak yang sudah menegur Abu Janda, mulai dari PWNU Jawa Timur, PP GP Ansor, hingga tokoh sepuh PBNU turut mengingatkannya.

“NU punya ikatan sosio-historis dengan saudara-saudara Papua, Gus Dur dan kami sebagai anak-anak ideogis beliau sangat diterima di sana apalagi NU Papua terus eksis sebagai bagian dari komunitas yang selalu ada di garda depan menjaga kondusivitas, jangan sampai ikatan harmonis yang dipupuk panjang ini dirusak oleh orang tidak jelas seperti Permadi Arya (Abu Janda, red),” tegas Habib Mahdi tersebut.

Mahdi menghimbau agar Bareskrim Polri tidak segan dalam menindaklanjuti berbagai kasus yang berkasnya telah diterima dan nyata melakukan perbuatan melawan hukum. Terlebih yang berkaitan dengan berbagai upaya rasisme yang dapat memecah belah masyarakat sendiri.

“Kami berharap ada ‘equality before the law’ (kesetaraan sebelum hukum, red), semua berkas yang masuk digarap secara seksama, karena perilaku saudara Abu Janda ini sudah amat meresahkan, sering mencatut organisasi kami yang penuh khidmat dan melukai perasaan saudara-saudara kami lewat pernyataannya yang sering melewati batas, jelas orang ini bukan NU, orang NU punya prinsip ‘Ukhuwah Islamiyah’, ‘Ukhuwah Wathaniyah’, ‘Ukhuwah Basyariyah’, semuanya berprinsip kemanusiaan dan persaudaraan, Abu Janda bermental pemecah belah,” pungkas Mahdi pada pewarta.

Selama ini, NU memiliki garis kekerabatan secara sosio-historis yang sudah dibangunn sejak lama oleh Gus Dur untuk mempertahankan multikulturalisme, persaudaraan antar umat, suku, agama dan bangsa. Termasuk dalam hal ini yang berkaitan dengan Papua, NU sudah menjalin kekerabatan dengan baik. Sehingga berbagai upaya pemecah belah seperti yang dilakukan Abu Janda, perlu diberi sanksi tegas. (Rangga Aji/gg)

Tags: Abu JandaansorGP AnsorGP Ansor JatimIslamJawa TimurKota SurabayaNahdlatul UlamaNUSurabaya
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Polres Blitar Kota.

Berkali-kali Tersandung Narkoba, Polisi Senior di Polres Blitar Kota Dipecat

by Dwi Linda
18/07/2026 5:00 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Seorang anggota Polres Blitar Kota berinisial Aiptu EW resmi dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena...

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

Lapor Cak Eri.

Lapor Cak Eri Terima 9.217 Aduan Warga, Masalah Parkir Jadi Keluhan Terbanyak

by Dwi Linda
18/07/2026 2:06 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Sejak diluncurkan pada pada 11 Mei 2026 lalu, antusiasme warga yang memanfaatkan hotline “Lapor Cak Eri” semakin...

Next Post
Tangkapan layar video insiden keributan antara pihak keluarga dan petugas pemulasaraan jenazah COVID-19 yang tertukar saat akan dimakamkan. (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)

7 Fakta Insiden Jenazah COVID-19 Tertukar di Malang yang Berujung Ricuh

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID