• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi gambar hewan mamalia laut dugong yang telah resmi punah di Cina kemarin.

Ilustrasi gambar hewan mamalia laut dugong yang telah resmi punah di Cina kemarin. (Foto: Pinterest)

Mamalia Laut Dugong Dinyatakan Punah di China

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in Kriminal, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Salah satu spesies mamalia laut raksasa yang termasuk famili Manatee, Dugong, dikabarkan telah punah secara fungsional atau tidak mampu mempertahankan populasi yang layak di Cina.

Hal ini diketahui dari sebuah penelitian yang baru dipublikasikan kemarin (24/08/2022) berjudul “Functional extinction of Dugongs in China” oleh Mingli Lin, Samuel T. Turvey, Shouting Han, 7 peneliti lainnya dari Zoological Society of London ZSL dan Chinese Academy of Sciences.

You might also like

ILMU Semeru

Polda Jawa Timur Luncurkan Aplikasi ILMU Semeru, Permudah Masyarakat Lacak Kendaraan Hilang

01/07/2026 9:30 PM
Penemuan Jenazah Bayi

Polisi Ungkap Kronologi Penemuan Jenazah Bayi dalam Kendil di Tepi Sungai Wonokromo

01/07/2026 3:50 PM

Catatan sejarah ikan duyung atau dugong mencapai puncaknya sekitar tahun 1960 dan kemudian menurun dengan pesat dari tahun 1975 dan seterusnya.

Untuk membuktikan kepunahan fungsional spesies dugong di laut Cina, para peneliti melibatkan dan mewawancarai 788 responden yang mayoritas merupakan nelayan profesional. Mereka berasal dari 66 desa di 22 kotamadya di 4 provinsi maritim Tiongkok Selatan (Hainan, Guangxi, Guangdong, dan Fujian).

Dari total 788 responden, hanya 3 dari mereka melaporkan melihat dugong dalam 5 tahun terakhir, dan tidak ada catatan yang dikonfirmasi sejak 2008. Karena hal ini, para peneliti melaporkan habisnya spesies megafauna satu ini merupakan kepunahan fungsional pertama yang dilaporkan dari hewan vertebrata (bertulang belakang) besar di laut Cina.

Namun di sisi lain, mereka juga memikirkan kemungkinan bahwa beberapa ikan duyung ini masih hidup di pesisir Cina lain yang tidak terdeteksi oleh responden atau meninggalkan pesisir Cina untuk hidup di perairan lain.

Sementara itu, runtuhnya populasi hewan herbivora penyuka rumput laut ini sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia, yaitu karena penangkapan dan perburuan ikan, kegiatan ekonomi di pesisir, serta hilangnya habitat dugong.

“Pertumbuhan ekonomi yang pesat saat ini di Cina dan negara-negara lain di sekitar Laut Cina Selatan, ditunjukkan melalui peningkatan kegiatan ekonomi pesisir baru-baru ini (memancing, pariwisata berbasis perahu, konstruksi laut), mengubah struktur dan fungsi habitat laut yang kritis dan berdampak pada mamalia laut dan keanekaragaman hayati yang lebih luas di seluruh wilayah,” tulis para peneliti di studi tersebut.

Sebelumnya, dugong terdaftar sebagai hewan rentan punah secara global oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) dan hewan yang dilindungi Kunci Nasional Tingkat 1 sejak 1988 oleh Dewan Negara di Cina.

Peneliti pun mengkhawatirkan karena kepunahan fungsional dugong ini akan berdampak pada mamalia laut lain yang terancam karena aktivitas manusia sekarang mendominasi pemandangan laut.

Peningkatan pemantauan, identifikasi spesies berisiko tinggi punah, dan pengoptimalan upaya konservasi laut sangat perlu dilakukan agar kepunahan tidak terjadi pada spesies laut lain.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Chinese Academy of SciencesCinaHewan MamaliaMamalia Laut Dugong
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

ILMU Semeru

Polda Jawa Timur Luncurkan Aplikasi ILMU Semeru, Permudah Masyarakat Lacak Kendaraan Hilang

by Mochamad Abdurrochim
01/07/2026 9:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur menyempurnakan fitur aplikasi ILMU Semeru sebagai layanan digital yang memudahkan...

Penemuan Jenazah Bayi

Polisi Ungkap Kronologi Penemuan Jenazah Bayi dalam Kendil di Tepi Sungai Wonokromo

by Mochamad Abdurrochim
01/07/2026 3:50 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kepolisian mengungkap kronologi penemuan jenazah bayi laki-laki yang ditemukan di dalam sebuah kendil di tepi Sungai Pulo...

Nenek Elina.

PN Surabaya Vonis 2 Terdakwa Perusak Rumah Nenek Elina, Hukuman Samuel Lebih Berat

by Dwi Linda
01/07/2026 1:56 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dua terdakwa Samuel Ardi Kristanto dan M Yasin dalam kasus perusakan rumah nenek Elina Widjajanti divonis berbeda...

Pemkot Blitar.

Imbas Pertamax Naik, Pemkot Blitar “Sunat” Volume Perjalanan Dinas demi Hemat Anggaran

by Dwi Linda
01/07/2026 9:06 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Lonjakan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax yang menyentuh Rp16.250 per liter memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar harus...

Next Post
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat memimpin rapat.

Bupati Kediri Mas Dhito: Pengadaan Barang dan Jasa Tidak Sesuai Spesifikasi, Tolak!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID