PAMEKASAN, Tugujatim.id – Tindakan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, IPTU Nanang yang membubarkan kegiatan Himpunan Guru PAUD Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Pamekasan terus menuai kritikan keras, Senin (5/9/2022).
Kritik kali ini datang dari Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Kecamatan Larangan, Yudi Sudi Hartono. Ia menjelaskan bahwa acara Himpaudi itu adalah acara yang luar biasa sebagai bentuk pembekalan kepada para Guru Paud atas adanya kurikulum yang baru.
“Acara himpaudi itu adalah acara yang luar biasa, acara itu adalah bentuk perhatian kepada para guru PAUD dalam mengembangkan pendidikan. Lebih-lebih panitia sudah meluangkan waktu, tenaga, dan materi dalam menyiapkan segala sesuatunya. Hanya karena dianggap tidak berizin lantas Kapolsek sewenang-wenang membubarkan acara itu seperti acara terlarang saja,” jelasnya.
Orang yang akrab disapa Yudi ini juga mempertanyakan terkait kedatangan Kapolsek yang tak beradab dengan tiba-tiba membubarkan acara Himpaudi. Menurutnya, Kapolsek Larangan datang juga tidak membawa surat tugas. Dan itu jelas-jelas juga menyalahi aturan.
“Kapolsek Larangan ini datang dari awal sepertinya grusa-grusu dan tak beradab jika datang hanya untuk membubarkan acara himpaudi dengan tidak ramah. Apalagi mereka ini datang tidak memberi tahukan surat tugas kepada panitia. Kalau bicara soal aturan, Kapolsek larangan ini juga tidak tahu aturan,” imbuhnya.
Politisi Partai Perindo ini juga meminta, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Pamekasan memberikan teguran kepada bawahannya yang dinilai sewenang-wenang tersebut.
Agar tidak ada lagi pembubaran semacam sepihak. Karena menurutnya acara tersebut adalah acara mulia dan tidak melanggar aturan. Dan meminta Oknum Kapolsek Larangan tersebut meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat khususnya kepada para guru paud tersebut.
“Jika tidak (permintaan maaf), maka jangan salahkan masyarakat jika kemudian minim kepercayaan terhadap institusi kepolisian hanya karena ulah beberapa oknum. Lebih-lebih masyarakat hari ini masih sensi terhadap kepolisian karena beberapa kasus yang menimpa beberapa hari terkahir,” pungkasnya.







