• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Fitrah Firmansyah. (Foto: Dok Fitrah Firmansyah/Tugu Jatim)

Fitrah Firmansyah mengerjakan pemesanan kostum. (Foto: Dok Fitrah Firmansyah)

Fitrah Firmansyah, Perajin Kostum Cosplay Malang yang Karyanya Go International

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Perajin kostum kini mulai bisa full senyum karena banjir pesanan usai meredanya pandemi Covid-19, salah satunya Fitrah Firmansyah, 42, warga Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Sebab, berbagai event serta karnaval kembali digelar. Bagaimanakah geliatnya bangkit usai diterpa pandemi hingga kisah karyanya go international?

Salah satu perajin kostum yang dibanjiri pesanan Fitrah Firmansyah tak menyerah begitu saja usai pandemi. Sejak Juli-September 2022, Fitrah mengaku telah meraup omzet sebesar Rp75 juta. Padahal, pesanan yang dia terima merosot tajam dari biasanya saat pandemi.

You might also like

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

30/05/2026 8:27 PM
Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

03/05/2026 7:42 PM

“Waktu pandemi pesanan ada, tapi nggak banyak. Sempat gulung koming (kesusahan). Setelah pandemi ini alhamdulillah bangkit lagi,” katanya.

Dia sempat berinisiatif membuka warung kopi, tapi hanya bertahan sebentar sebelum akhirnya gulung tikar. Fitrah Firmansyah menekuni dunia sebagai perajin kostum ini sejak 2016. Hasil karyanya yang cantik dan unik membuatnya selalu dicari para peserta karnaval dan cosplay.

Dia juga kerap mengikuti lomba-lomba sehingga karyanya makin dikenal banyak orang. Selama ini dia pernah membuat kostum dan mengirimnya ke Papua, Kalimantan, hingga Sumatera.

Fitrah Firmansyah. (Foto: Dok Fitrah Firmansyah/Tugu Jatim)
Salah satu kostum karya Fitrah yang dipamerkan di Jember Fashion Carnaval. (Foto: Dok Fitrah Firmansyah)

“Awalnya buat kostum untuk karnaval di sini. Lalu saya ikut lomba cosplay karakter manga Jepang. Alhamdulillah, sering dapat juara,” kenangnya.

Bakatnya juga diakui hingga mancanegara. Fitrah pernah membuat kostum dan mengirimnya ke Australia, Polandia, Brunei, Singapura, Malaysia, dan Belgia.

Setiap tahunnya Fitrah kebanjiran pesanan, khususnya Juli-November, saat karnaval dan berbagai event marak digelar. Sebelum pandemi Covid, dia bisa meraup omzet lebih dari Rp150 juta selama lima bulan tersebut dari penyewaan dan pembuatan kostum.

WhatsApp Image 2022 08 30 at 13.17.10 3

Untuk sewanya, Fitrah mematok harga Rp200 ribu-Rp2 juta. Sedangkan untuk pemesanan kostum, harga bisa bervariasi tergantung desain, bahan, dan ukurannya.

Pemesanan kostum dari luar negeri biasanya berukuran sekitar 2-2,5 meter dan membutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk pembuatannya. Karena itu, Fitrah berani mematok harga sampai Rp17 juta.

Dia pun tak memikirkan harga pasaran yang ditetapkan orang lain. Menurut dia, rezeki sudah ada yang mengatur. Usaha ini pun dia jalankan untuk memberdayakan anak-anak muda di desanya.

“Kalau orang mau (pesan) ke sini, ya silakan. Tapi, harganya ya segitu,” ujarnya.

Catatan ini adalah bagian dari program Jelajah Jawa-Bali tentang Inspirasi dari Kelompok Kecil yang Memberi Arti oleh Tugu Media Group x PT Paragon Technology and Innovation. Program ini didukung oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Pondok Inspirasi, Genara Art, Rumah Wijaya, dan pemimpin.id. 

Tags: Catatan Jelajah Jawa-BaliFitrah Firmansyahjelajah jawa-baliKabupaten Malang hari iniKostum cosplay Kabupaten MalangPerajin kostumPerajin kostum asal Kabupaten MalangPerajin kostum cosplayPerajin kostum Fitrah FirmansyahPerajin kostum Fitrah Firmansyah asal Kabupaten MalangProgram Jelajah Jawa-Bali
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

by Dwi Linda
30/05/2026 8:27 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berada di persimpangan yang tidak mudah. Ketegangan...

Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

by Mochamad Abdurrochim
03/05/2026 7:42 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Tasyakuran 50 tahun pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain berlangsung penuh kesan, syukur, dan inspirasi di Hotel...

AHWA.

Menimbang Pelembagaan AHWA sebagai Otoritas Kepemimpinan NU

by Dwi Linda
14/04/2026 7:52 PM
0

Oleh: Abdur Rahim (Warga NU; tinggal di Desa Simo, Tuban)   TUBAN, Tugujatim.id - Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

Next Post
Desa Cantik. (Foto: Dok Diskominfo/Tugu Jatim)

Pemkab Tuban dan BPS Canangkan Desa Cantik sambut Regsosek, Libatkan 1.946 Petugas

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID