TUBAN, Tugujatim.id – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Tuban ikut angkat bicara terkait polemik yang terjadi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Salah satunya terkait pembangunan yang dirasa menghambur-hamburkan uang rakyat.
Ketua Umum MPC PP Tuban, Mukaffi Makki mengatakan bahwa akhir-akhir ini masyarakat mulai resah. “Banyak kegiatan di masa kepemimpinan Bupati Aditya Halindra Fraidzky yang menghambur-hamburkan uang rakyat. Bahkan tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat,” ucap Gus Kaffi, sapaan akrabnya.
Anggota DPRD Kabupaten Tuban ini menyoroti pembangunan infrastruktur yang menjadi program prioritas Pemkab Tuban. Bangunan yang harusnya masih bisa diperbaiki, namun diganti dengan bangunan baru. Seperti halnya Eks Rest Area, Gor Rangga Jaya Anoraga, maupun Alun-alun Tuban yang anggarannya lumayan besar.
“Padahal, anggaran itu bisa dialihkan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat. Bangunan kondisi masih baik, ini malah diratakan dan dibangun dengan bangunan baru,” terangnya
Sekretaris Umum MPC PP Tuban, Zuhri Ali menambahkan bahwa hal-hal tersebut di atas, termasuk pada pembongkaran tagline Tuban Bumi Wali yang dibongkar, merupakan contoh tidak hormatnya pemimpin Tuban saat ini kepada pemimpin Tuban yang sebelumnya.
Padahal, kata dia, tagline itu tidak bisa terpisahkan dengan sejarah para wali di Tuban yang menyebarkan ajaran Islam di nusantara. Menghilangkan sama dengan menafikan perjuang wali di tanah Jawa, termasuk Tuban. “Pertahankan yang baik. Benahi yang kurang baik. Tidak harus dengan cara menghancurkan,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi, Statistik dan Persandian Kabupaten Tuban, Arif Handoyo berjanji akan memasang kembali tagline tersebut setelah kegiatan bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, rampung. “Pasti akan kita kembalikan. Tidak ada masalah. Selesai akan dipasang,” ujarnya.








