• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sejarah perjuangan Bung Tomo. (Foto: Gramedia/Tugu Jatim)

Potret Bung Tomo saat berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Gramedia)

Sejarah Perjuangan Bung Tomo dalam Pertempuran Surabaya hingga Dikobarkan ke Malang 

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Sejarah perjuangan Bung Tomo dalam perang di Surabaya pada 10 November 1945 adalah cikal bakal penetapan Hari Pahlawan. Bahkan, semangat orasi ikonik Bung Tomo kepada rakyat menjadikannya sosok pahlawan yang memiliki peran besar dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sejarah perjuangan Bung Tomo kala itu, pasukan Inggris memberikan ultimatum agar pihak Indonesia menyerahkan senjata dan menghentikan perlawanan selambat-lambatnya pada 10 November 1945, pukul 06.00 WIB. Bahkan, Inggris mengancam akan menggempur Surabaya dari darat, laut, dan udara jika ultimatum tidak dipenuhi.

You might also like

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

16/06/2026 11:30 AM
Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM

Melalui siaran radio, orasi Bung Tomo membangkitkan puluhan ribu rakyat yang ada di Surabaya menjadi barisan pasukan tak takut mati. Mereka sama sekali tak gentar dengan persenjataan canggih pasukan sekutu yang ingin menguasai Surabaya.

Akhirnya pertempuran pecah hingga berminggu-minggu. Bahkan, ribuan pasukan Inggris tewas dan puluhan alat perang canggih hancur. Ribuan rakyat Surabaya juga gugur dan ratusan ribu warga mengungsi keluar Surabaya karena sekutu mulai menguasai keadaan dan Bung Tomo menjadi buronan sekutu.

Saat itulah Bung Tomo mulai bergeser ke wilayah Malang agar tetap bisa mengobarkan bara perlawanan melalui siaran radio.

“Radio sebagai alat perlawanan itu sempat dibawa ke Malang oleh Bung Tomo,” kata Pemerhati Sejarah dan Budaya Kota Malang Agung Buana pada Kamis (10/11/2022).

“Situasi memang tidak memungkinkan. Bahkan, sekutu membuat sayembara untuk menangkap Bung Tomo. Makanya beliau sementara bersembunyi di Malang,” imbuhnya.

Agung mengatakan, sejarah perjuangan Bung Tomo dalam konsisten melakukan orasi mempertahankan kemerdekaan melalui siaran radio dari beberapa tempat di wilayah Malang.

“Mulai di Celaket, Jalan Bandung, Klojen, hingga ke Bululawang,” ujarnya.

Agung mengatakan, bara pertempuran Surabaya juga terus dikobarkan Bung Tomo dari Malang. Menurut dia, Bung Tomo juga pernah melakukan orasi secara langsung di Stadion Gajayana, Kota Malang.

Stadion itu menjadi salah satu saksi bisu jejak perjuangan Bung Tomo mempertahankan kemerdekaan dari Kota Malang. Kala itu ribuan warga Malang berbondong-bondong datang ke stadion untuk mendengarkan pidato Bung Tomo.

“Ribuan orang berkumpul di Stadion Gajayana untuk mendengarkan orasi Bung Tomo pada awal 1946 sebagai upaya menggalang kekuatan melanjutkan pertempuran Surabaya,” paparnya.

Semangat mempertahankan kemerdekaan kala itu menjadi kunci pemersatu bangsa tanpa memandang perbedaan. Selain itu, barisan rakyat Malang mulai terpanggil untuk bersiap siaga membantu Surabaya melawan sekutu jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Agung mengatakan, ada 2 fase rakyat Malang dan Surabaya berada di titik persatuan yang utuh. Yakni jelang dan pasca Perang Surabaya pada 10 November 1945. Dia menyebutkan, ratusan warga Malang pernah membantu memperkuat pasukan dalam Perang Surabaya. Ratusan warga itu berangkat dari Malang sebelum perang pecah.

Kemudian pasca perang, Bung Tomo juga sempat membuat barisan rakyat Malang bersiaga untuk menghadapi Perang Surabaya.

“Jadi saya lihat ada 2 fase. Pertama sebelum 10 November dan pasca 10 November ketika Bung Tomo menggalang pasukan dari Malang untuk membantu Surabaya,” ujarnya.

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniGelora Bung TomoHari PahlawanKota Surabaya hari iniPahlawan Bung TomoPeringatan Hari PahlawanSejarah Hari PahlawanSejarah perjuangan Bung Tomo
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 11:30 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik Politeknik Negeri Jember (Polije), Enrico Indra Budianto. Mahasiswa...

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Next Post
Sepatu Sutra Buatan Koperasi Kupu Sutera Pasuruan Dipamerkan di G20 Indonesia

Sepatu Sutra Buatan Koperasi Kupu Sutera Pasuruan Dipamerkan di G20 Indonesia

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID