JEMBER, Tugujatim.id – Angka pengangguran di Kabupaten Jember menjadi sorotan para Pasangan Calon saat Debat Perdana Pilkada 2024. Kedua Cawabup Jember adu gagasan dan strategi tekan angka pengangguran.
Cawabup nomor urut 1, Muhammad Balya Firjaun Barlaman menjelaskan, untuk mengatasi pengangguran di Kabupaten Jember, diperlukan upaya meningkatkan keterampilan dan kemampuan (up skill).
“Jika kami terpilih nanti, kita akan berikan edukasi kepada masyarakat, terkait dengan teknologi modern, terkait apa yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan, sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kebutuhan yang diperlukan,” ujar Gus Firjaun sapaan akrabnya, pada Sabtu (26/10/2024).
Selain itu, akses untuk masyarakat yang berada di pinggir wilayah Kabupaten Jember, agar lebih mudah mengakses pekerjaan. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak agar memiliki kemampuan untuk membuka lapangan pekerjaan baru.
Sehingga, bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan, dengan dibekali ilmu pengetahuan dan teknologi, dapat menstimulasi kemauan untuk bekerja. Sedangkan bagi masyarakat yang ingin bekerja secara mandiri, Gus Firjaun menegaskan bahwa, pihaknya akan memberikan bantuan.
“Misalnya ternak ikan, kita beri mereka kail, agar mereka mampu untuk memberdayakan dirinya, termasuk juga peternakan, misalnya, kita akan berikan kandang, agar mereka mampu untuk mengembangkan,” papar Gus Firjaun.
Menurutnya, rata-rata pengangguran di Kabupaten Jember karena kurangnya pengetahuan teknologi dan modal. Oleh karena itu, pihaknya akan mendorong para UMKM, khususnya terkait permodalan.
Sementara itu, Cawabup nomor urut 2, Djoko Susanto, menjelaskan bahwa, dari tahun 2022-2024, angka pengangguran di Kabupaten Jember mengalami kenaikan. Beberapa langkah strategis untuk menekan pengangguran akan dilakukan pihaknya, jika terpilih menjadi orang nomor satu di Jember.
“Menciptakan iklim investasi yang sehat, melalui pendekatan birokrasi yang efektif dan efisien, guna memudahkan dan mempercepat proses perizinan serta menjamin implementasinya, dengan demikian dapat membuka lapangan kerja baru,” kata Djoko Susanto.
Selain itu, pihaknya akan membuka, apa yang disebutnya dengan bengkel usaha di setiap kecamatan, untuk mendorong tumbuh kembangnya para UMKM. “Program bengkel usaha ini berupa pelatihan, pendampingan, bantuan modal, sharing fasilitas usaha, dan asistensi pasar,” paparnya.
Kendati demikian, pernyataan Djoko Susanto mendapat respon Gus Firjaun, yang menjelaskan bahwa data-data yang disampaikan paslon nomor 2 itu merupakan data tahun 2022. “Soal stunting, soal pengangguran, kemiskinan, ini data tahun 2022,” respon Gus Firjaun.
Menurutnya, baik angka stunting maupun pengangguran sudah mengalami penurunan. Gus Firjaun mengungkap bahwa, di pertengahan antara tahun 2021-2022 pengangguran naik karena Covid-19.
“Hampir di semua kabupaten kota itu mengalami hal yang sama, tetapi perlu dilihat, hari ini di tahun ini bagaimana pengangguran di Kabupaten Jember, kemiskinan yang semula kita tinggi, ini kita sudah di ranking 18,” jelas Gus Firjaun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








