Agar Pasien Tak Jenuh, Wali Kota Kediri Sediakan Wifi di Ruang Isolasi Terpusat - Tugujatim.id

Agar Pasien Tak Jenuh, Wali Kota Kediri Sediakan Wifi di Ruang Isolasi Terpusat

  • Bagikan
Pemkot Kediri menyediakan wifi gratis di lokasi gedung untuk ruang isolasi pasien Covid-19. Hal ini menjadi fasilitas tambahan agar para pasien tidak bosan saat menjalani isolasi. (Foto: Rino Hayyu/Tugu Jatim)
Pemkot Kediri menyediakan wifi gratis di lokasi gedung untuk ruang isolasi pasien Covid-19. Hal ini menjadi fasilitas tambahan agar para pasien tidak bosan saat menjalani isolasi. (Foto: Rino Hayyu/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri terus berkonsentrasi dalam upaya penangangan Covid-19 saat PPKM Darurat. Salah satunya mengalihfungsikan Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) dan GNI Kota Kediri menjadi ruang isolasi mandiri terpusat. Bahkan, fasilitas wifi pun dilengkapi agar pasien isolasi mandiri tidak jenuh.

Menurut Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, ruang isolasi mandiri terpusat ini harus nyaman. “Ruang isolasi harus bisa meningkatkan imun pasien, sehingga pasien tidak perlu dirawat di umah sakit dan Bed Occupancy Ratio (BOR) bisa kita tekan”, jelasnya.

Masih menurut Mas Abu, Gedung BLK dan GNI diperuntukkan bagi warga domisili Kota Kediri yang merupakan pasien Covid-19 tanpa gejala atau OTG. Langkah antisipatif ini dilakukan Abdullah Abu Bakar setelah mengamati adanya korelasi antara tingginya kasus di lingkungan padat penduduk dengan penyebaran Covid-19. Menurutnya dengan disediakan ruang isolasi mandiri terpusat harapannya dapat menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Kota Kediri.

Tempat pendaftaran isolasi Covid-19 di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) dan GNI Kota Kediri. (Foto: Rino Hayyu/Tugu Jatim)
Tempat pendaftaran isolasi Covid-19 di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) dan GNI Kota Kediri. (Foto: Rino Hayyu/Tugu Jatim)

Sementara itu Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kediri, Indun Munawaroh mengatakan bahwa Ruang Isolasi Terpusat mulai beroperasi sejak Senin, (6/7). Menurutnya kapasitas Gedung BLK cukup untuk menampung 66 pasien dengan faililitas yang baik, yakni musholla, mesin cuci, dapur, tempat tidur, makan, masker dan wifi.

Menurut Indun ada pengawasan 24 jam non stop dari satpol PP dan BPBD Kota Kediri. “Pasien isolasi mandiri tetap kita awasi kondisi kesehatannya. Disini ada tabung oksigen juga. Dan ada SOP apa yang harus dilakukan jika kondisi pasien isolasi mandiri semakin membaik atau memburuk,” jelasnya.

Saat ini gedung BLK sudah menerima 8 pasien pada Rabu, (7/7/2021). Andik Setiawan salah satu pasien ruang isolasi mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari petugas ia akan menjalani isolasi maksimal 10 hari dan boleh pulang setelah pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas kesehatan.

Menurut Andik ruang isolasi ini sangat layak. “Tempatnya nyaman banget dengan berbagai fasilitas. Ada TV-nya jadi bisa nonton sinetron atau bola. Wifi-nya juga gratis, bisa buat mabar,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan