MOJOKERTO, Tugujatim.id – Aksi evakuasi dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran (damkar) di Kabupaten Mojokerto, Jatim, terhadap seekor ular sanca dengan panjang 3 meter. Damkar Mojokerto mengevakuasi ular yang tengah melilit seekor ayam di kandang milik warga di Kedungbendo, Gemekan, Sooko, Selasa dini hari (10/02/2026).
Proses evakuasi ini berawal saat pemilik kandang yakni Atiqurrohman melapor ke pihak Damkar Mojokerto atas penemuan hewan binatang buas tersebut. Tidak berselang lama, petugas damkar yang menerima laporan ini menuju ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
Baca Juga: Damkar Tuban Evakuasi Ular Sanca di Indomaret
Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto Sukamto menjelaskan, pihaknya awalnya mendapat laporan dari warga tentang penemuan ular sanca di kandang ayam. Dia menyebut, pemilik kandang lantas meminta bantuan pada pihak damkar mengevakuasi untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
‘’Kami merespons laporan itu dengan menerjunkan tim. Tim yang menuju lokasi lalu membawa alat yang diperlukan untuk evakuasi ular besar dan panjang itu. Bisa dibilang tidak mudah sebab ular posisi di dalam kandang,’’ urainya, Rabu (10/02/2026).
Petugas Sempat Kesulitan Akibat Kandang Sempit
Saat tim Damkar Mojokerto tiba di lokasi, mereka mendapati ular sanca sepanjang 3 meter sudah berada di dalam kandang ayam dengan kondisi siap memangsa ayam. Petugas damkar sempat kesulitan sebab ular besar ini berada di dalam kandang yang kecil serta pintu yang tidak terlalu besar.
Petugas damkar lalu menggunakan tongkat besar yang dilengkapi penjepit pada bagian ujung. Perlahan, petugas mencoba mengarahkan penjepit ke kepala ular sanca. Besarnya ular sanca ini membuat petugas cukup kesulitan memaksa ular tersebut keluar meski sudah menjepit bagian kepala atau leher ular.
Baca Juga: Damkar Tuban Bakal Buka Pos di Bancar untuk Percepat Respon Kebakaran Wilayah Barat
Setelah melewati waktu sekira 1 jam lebih, petugas bisa berhasil mengevakuasi ular sanca ini dan dibawa menggunakan kantong khusus.
“Ular itu nanti dilepasliarkan ke habitat asli yang jauh dari pemukiman warga. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak menangani sendiri bila menjumlai hewan liar yang berbahaya, segera melapor kepada petugas berwenang bila menemukan kondisi serupa,” tutup Sukamto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








