PASURUAN, Tugujatim.id – Insiden teror pelemparan bondet atau bom ikan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Kali ini inisiden teror bondet dilakukan oleh orang tidak dikenal menimpa rumah Arjoko, 24, warga Dusun Gondosuli, Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan.
Akibat ledakan teror bondet, atap rumah korban rusak parah. Meskipun begitu, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Kapolsek Puspo AKP Johanes Hardiono membenarkan kejadian tersebut. Dia mengungkapkan, kejadian pelemparan bondet terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Kala itu, pemilik rumah yang sedang berada di dalam kamar tidur mendengar ledakan keras dari arah depan teras rumahnya.
Baca Juga: Pria Pasuruan Tewas Dilempar Bondet Saat Kendarai Sepeda Motor
“Korban mendengar ledakan keras dari arah teras rumahnya serta melihat asap putih pekat. Dia lantas keluar untuk memastikan keadaan,” ujar Johanes pada Selasa (20/01/2026).
Setelah memeriksa, korban melihat atap asbes bagian teras rumahnya sudah berlubang dan hancur. Arjoko kemudian segera memberitahukannya ke orang tuanya, Senari, 71, kemudian segera melaporkan insiden tersebut ke Mapolsek Puspo.
Setelah memperoleh laporan, polisi segera berangkat ke TKP untuk olah TKP. Dari TKP kejadian, polisi mengumpulkan beberapa barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Baca Juga: Pelaku Pelemparan Bondet di Pasuruan Ternyata Residivis Curanmor
“Sejumlah barang bukti yang kami kumpulkan di antaranya sisa plastik pembungkus warna hitam, serpihan batu kecil diduga isi bondet, dan serpihan pecahan asbes yang hancur akibat ledakan,” ungkapnya.
Hingga sekarang, polisi masih menyelidiki guna mengungkap identitas pelaku dan motif pelemparan bondet tersebut. Penyidik juga sedang menggali keterangan saksi, termasuk warga yang ada di sekitar TKP.
“Tidak ada korban jiwa. Kerugian materiil berupa kerusakan atap teras. Sekarang kami masih melaksanakan penyelidikan guna mengungkap pelaku di balik teror pelemparan bondet ini,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Laoh Mahfud
Editor: Dwi Lindawati








