TUBAN, Tugujatim.id – Sebuah video amatir yang direkam dari ponsel petugas medis viral di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat dua unit ambulans di Tuban milik Puskesmas Parengan, Jatim, kesulitan melaju karena dihadang sebuah mobil Toyota Innova hitam, meski tengah membawa pasien gawat darurat korban kecelakaan.
Insiden itu terjadi di ruas Jalan Ponco–Parengan. Sirene ambulans sudah meraung kencang, tanda darurat jelas terdengar, namun laju kendaraan terhambat.
Bahkan, sopir ambulans di Tuban harus turun tangan dengan membuka pintu belakang demi menunjukkan kepada sopir mobil Innova bahwa benar ada pasien dengan kondisi kritis di dalam kendaraan.
Baca Juga: Puluhan Ambulans Dikerahkan Evakuasi Korban Kecelakaan Rombongan RS Bina Sehat Jember di Jalur Bromo
Kronologi kejadian bermula saat sebuah truk di depan sudah memberi jalan setelah mendengar sirene. Namun, mobil Innova yang berada tepat di belakang truk ikut masuk jalur yang dibuka, hingga membuat sisi bodi mobil tersebut tersenggol dengan bemper ambulans di Tuban.
Kesalahpahaman muncul. Sopir Innova merasa tidak terima dan mengejar ambulans dari belakang. Tidak berhenti di situ, mobil tersebut bahkan sempat memotong laju ambulans di Tuban sehingga menimbulkan adu mulut di tengah jalan.
“Ambulans itu sebenarnya sudah berusaha menyalakan sirene, truk sudah minggir. Tapi Innova hitam ikut masuk dan tersenggol bagian depannya. Karena buru-buru, ambulans tetap jalan. Sopir Innova mengira melarikan diri, jadi akhirnya memotong jalannya,” jelas Kapolsek Parengan Iptu Ramelan kepada wartawan, Jumat (19/09/2025).
Polisi Mediasi Sopir Ambulans dan Innova
Setelah ditunjukkan bahwa di dalam ambulans ada pasien yang kesadarannya terus menurun, sopir Innova akhirnya menyadari dan bersedia menyelesaikan persoalan secara baik-baik.
Video insiden tersebut langsung menyebar di berbagai platform media sosial dan menuai banyak komentar warganet. Tidak lama, Puskesmas Parengan bersama pihak kepolisian memfasilitasi mediasi antara kedua sopir ambulans dan sopir Innova.

“Alhamdulillah sudah selesai secara kekeluargaan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Pasien sudah dalam kondisi darurat, tapi masih ada hambatan. Untungnya masalah bisa diselesaikan dengan baik,” ungkap Kepala Puskesmas Parengan dr Eka Ayu MBPS.
Meski begitu, pihak puskesmas tetap mengalami kerugian material karena bagian depan ambulans mengalami kerusakan. Sementara pasien dan keluarga sempat mengalami trauma akibat insiden yang tidak seharusnya terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








