MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pengerjaan proyek infrastruktur strategis di Dawarblandong ditinjau lagi oleh Pemkab Mojokerto. Monitoring yang dilakukan oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa ini fokus pada pengerjaan jembatan dan perbaikan sekolah dasar yang dipandang vital bagi warga setempat.
Proyek pertama yang dimonitoring adalah pembangunan Jembatan Talunbrak di Talunblandong, Dawarblandong. Paket pengerjaan jembatan yang dimulai sejak April 2025 lalu ini menelan anggaran sekira Rp13,5 miliar. Terbaru, progres pembangunan jembatan tersebut mencapai 86 persen dan ditargetkan selesai pada 20 Oktober 2025.
Baca Juga: Pelayanan SKCK ala Polres Mojokerto Kota Saat Diserbu Ratusan Pemohon
Talunbrak sendiri dikenal rawan banjir. Setiap musim hujan tiba, air sungai meluap hingga melumpuhkan aktivitas warga. Kondisi ini tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga sering menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat.
Pembangunan jembatan di Talunbrak diharapkan mampu mengatasi masalah ini sekaligus membuka peluang baru bagi ekonomi lokal.
“Kami melihat struktur bangunan kokoh dan kuat. Insyaa Allah bisa menanggulangi banjir. Adanya jembatan ini, masyarakat bisa lebih mudah beraktivitas,” terang Bupati Albarraa melalui keterangan resmi, Jumat (19/09/2025).
Bupati Monitoring Proyek Pembangunan Ruang Sekolah Roboh
Selain jembatan, Bupati Albarraa turut memonitoring proyek pembangunan ruang kelas di SDN Gunungan. Perbaikan ini digulirkan setelah atap bangunan lama roboh beberapa bulan lalu. Peristiwa tersebut membuat siswa harus pindah belajar ke lokasi lain.
“Perbaikan ruang kelas di SDN Gunungan ini dilakukan agar proses belajar mengajar tidak mengalami kendala. Target proyek ini selesai pada Desember 2025,” tuturnya.
Terakhir, monitoring dilakukan di SDN Pucuk 1. Bupati Albarraa menekankan pentingnya penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai untuk kelancaran proses belajar mengajar.
“Semoga bermanfaat bagi peserta didik,” harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








