Tugujatim.id – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat terus meningkat, dan protein menjadi salah satu nutrisi yang paling sering dibicarakan. Tidak hanya untuk membentuk otot, protein juga berperan dalam menjaga daya tahan tubuh hingga membantu mengatur berat badan.
Namun, memahami sumber protein yang tepat seringkali masih menjadi tantangan bagi banyak orang, terutama di tengah banyaknya pilihan makanan instan yang belum tentu bernutrisi seimbang.
Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang memiliki peran penting dalam tubuh manusia. Nutrisi ini dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan yang rusak, membangun sel-sel baru, serta membantu produksi enzim dan hormon. Selain itu, protein juga berkontribusi dalam menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap optimal. Kekurangan protein dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, menurunnya massa otot, hingga gangguan kesehatan lainnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan protein sebenarnya bisa dipenuhi dari berbagai jenis makanan yang mudah ditemukan. Baik dari sumber hewani maupun nabati, keduanya memiliki keunggulan masing-masing.
Berikut lima contoh makanan tinggi protein yang umum dikonsumsi beserta manfaatnya:
1. Telur
Telur menjadi salah satu sumber protein yang paling populer karena praktis dan terjangkau. Kandungan proteinnya tergolong lengkap karena mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, telur juga kaya akan vitamin B12, vitamin D, dan kolin yang berperan penting dalam fungsi otak. Mengkonsumsi telur secara rutin dapat membantu menjaga massa otot sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga cocok untuk mendukung pola makan sehat.
2. Dada Ayam
Dada ayam dikenal sebagai sumber protein tinggi dengan kandungan lemak yang relatif rendah, terutama jika diolah tanpa kulit. Hal ini menjadikannya pilihan utama bagi banyak orang yang sedang menjaga berat badan atau menjalani program diet. Protein dalam dada ayam membantu proses pembentukan dan perbaikan jaringan otot, serta mempercepat pemulihan tubuh setelah aktivitas fisik. Selain itu, dada ayam juga mengandung vitamin B6 yang mendukung metabolisme energi.
3. Ikan
Ikan seperti tuna, salmon, atau sarden tidak hanya kaya akan protein, tetapi juga mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan otak. Omega-3 diketahui dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh serta meningkatkan fungsi kognitif. Konsumsi ikan secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Dengan berbagai manfaat tersebut, ikan menjadi salah satu sumber protein yang sangat direkomendasikan dalam pola makan seimbang.
4. Tempe
Sebagai makanan tradisional Indonesia, tempe memiliki nilai gizi yang tidak kalah dengan sumber protein hewani. Tempe mengandung protein nabati yang cukup tinggi, serta kaya akan serat dan probiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan. Selain itu, proses fermentasi pada tempe membuat nutrisi di dalamnya lebih mudah diserap oleh tubuh. Tempe juga menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi daging.
5. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan seperti kacang tanah, almond, dan kacang hijau merupakan sumber protein nabati yang praktis dikonsumsi. Selain protein, kacang juga mengandung lemak sehat, serat, serta berbagai vitamin dan mineral. Kandungan antioksidan dalam kacang-kacangan dapat membantu melindungi tubuh dari radikal bebas. Mengonsumsi kacang sebagai camilan sehat dapat menjadi cara sederhana untuk memenuhi kebutuhan protein harian, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat.
Meskipun berbagai sumber protein mudah ditemukan, pola konsumsi yang tidak seimbang masih sering terjadi. Sebagian orang cenderung mengkonsumsi protein dalam jumlah berlebihan, terutama dari sumber hewani, tanpa diimbangi dengan asupan serat dan nutrisi lainnya. Di sisi lain, ada juga yang justru kekurangan protein karena pola makan yang tidak teratur atau kurang beragam.
Padahal, keseimbangan dalam mengonsumsi protein menjadi hal yang sangat penting. Mengkombinasikan protein hewani dan nabati dapat membantu tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang lebih lengkap. Selain itu, dari cara pengolahan makanan juga harus lebih diperhatikan lagi. Mengolah makanan dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang lebih disarankan dibandingkan menggoreng, karena dapat menjaga kandungan gizi tetap optimal.
Kebutuhan protein setiap individu juga berbeda-beda, tergantung pada usia, berat badan, dan tingkat aktivitas. Orang yang aktif secara fisik, seperti atlet atau pekerja lapangan, umumnya membutuhkan asupan protein lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki aktivitas ringan. Begitu pula dengan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan lansia yang membutuhkan protein untuk menjaga kekuatan otot.
Selain jumlah, waktu konsumsi protein juga memiliki peran penting. Mengonsumsi protein secara merata sepanjang hari, misalnya saat sarapan, makan siang, dan makan malam, dapat membantu tubuh menyerap dan memanfaatkan nutrisi ini dengan lebih baik. Pola ini juga dapat menjaga energi tubuh tetap stabil sepanjang hari.
Protein bukan hanya sekedar bagian dari tren gaya hidup sehat, melainkan kebutuhan dasar yang memiliki peran besar dalam menjaga fungsi tubuh. Dengan memahami berbagai sumber protein yang mudah dijangkau serta cara mengkonsumsinya secara seimbang, masyarakat dapat mulai membangun pola makan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Pada akhirnya, langkah sederhana seperti memperhatikan asupan protein setiap hari dapat memberikan dampak besar bagi kualitas hidup dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Annisa Syalsyavia/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








