• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Anak panti asuhan di Malang. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim) 

Leo A. Permana (tengah), kuasa hukum korban, menjelaskan kekerasan seksual dan kekerasan fisik yang dialami korban anak panti asuhan di Malang atas kasus pencabulan. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim) 

Anak Panti Asuhan di Malang Dicabuli, lalu Dianiaya 8 Temannya

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Anak panti asuhan di Kota Malang yang masih berusia 13 tahun diduga mengalami tindak asusila pencabulan. Akibat kasus tersebut, anak panti asuhan di Malang itu di-bully dan dianiaya teman mainnya hingga korban tak berdaya.

Leo A. Permana, kuasa hukum korban, menjelaskan, korban ini adalah anak panti asuhan. Ibunya adalah seorang asisten rumah tangga (ART), sementara ayahnya mengidap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Dia menjelaskan peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Kamis (18/11/2021), sekitar pukul 10.00-18.00 WIB.

You might also like

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

21/07/2026 3:21 PM
Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

21/07/2026 3:00 PM

“Jadi ada dua kejadian, pelecehan seksual atau persetubuhan, kemudian korban dibawa teman-temannya untuk dianiaya di perumahan sepi,” ucapnya Senin (22/11/2021).

Dia menjelaskan, pelaku pencabulan anak panti asuhan di Malang ini berinisial Y, 18. Sementara teman-teman korban yang melakukan atau pembiaran kekerasan berjumlah 8 orang yang terdiri dari anak di bawah umur dan ada yang dewasa.

“Pelaku kekerasan bukan teman sekolahnya, tapi teman main di sekitar panti asuhan dia tinggal,” imbuhnya.

Awal mula kejadian itu, korban tengah bermain di rumah salah satu pelaku perundungan. Kemudian pelaku pencabulan meminta korban keluar rumah melalui pesan WA untuk diajak jalan-jalan. Korban dan pelaku pencabulan ini sama sama belum pernah ketemu. Korban tak mengetahui dari mana pelaku ini mengetahui nomornya. Leo menduga, salah satu teman korban yang memperkenalkan mereka.

“Tahu-tahunya korban dijemput sama pelaku. Dibawa muter-muter dulu ke arah bandara, keliling-keliling perumahan. Kemudian ke rumah pelaku pencabulan,” jelasnya.

Dia mengatakan, anak panti asuhan di Malang ini lalu diikat memakai selendang dan diancam.

“Di sana korban diikat pelaku pakai selendang, mulutnya ditutupi dan diancam dengan pisau. Kemudian dilakukanlah aksi pencabulan itu,” bebernya.

Setelah itu, istri pelaku datang menggedor-gedor pintu rumahnya. Di saat yang bersamaan, 8 teman korban ada di luar rumah tersebut dan menjemput korban.

“Kami menduga anak-anak ini suruhan dari istri pelaku. Istilahnya, istrinya pelaku menduga korban adalah pelakor. Padahal, korban saat itu dalam keadaan tertekan dan terpaksa,” paparnya.

Dia menjelaskan, kasus pencabulan ini dilakukan di rumah sepi dan korban dianiaya.

“Lucunya lagi, setelah pencabulan, dijemput dibawa ke perumahan sepi dan dilakukan persekusi dan perundungan hingga dihajar,” tambahnya.

Usai puas melakukan penganiayaan, para pelaku mengantarkan korban pulang ke panti asuhan. Mereka juga sempat berfoto bersama, bahkan salah satu pelaku kekerasan tersebut juga mem-posting foto mereka.

“Setelah melakukan pengeroyokan bahkan pelaku merasa bangga, mereka foto bersama. Salah satu dari mereka mem-posting foto itu di status WA,” ujarnya.

 

Tags: Anak panti asuhan di Malang dicabuliAnak panti dicabuliBerita pencabulanBerita terkiniKasus pencabulanKorban pencabulanKorban tindak asusila di MalangKota MalangPencabulan anak panti asuhanTindak asusila pencabulan di Kota Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Next Post
Vaksinasi di Bojonegoro

2021 Segera Berakhir, Capaian Vaksinasi di Bojonegoro Belum Target

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID