Tugujatim.id – Pilkada Jateng akan mempertemukan dua calon gubernur yang sama-sama jenderal namun berbeda instansi. Jenderal TNI (Purn) H. Muhammad Andika Perkasa bersaing dengan Komjen Pol Drs Ahmad Luthfi dari Polri.
Andika Perkasa diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sedangkan Ahmad Luthfi diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang terdiri dari 14 partai politik. Yaitu Gerindra, Golkar, Demokrat, PSI, PAN, Gelora, PBB, Garuda, Prima, PKS, PKB, PPP, Nasdem, dan Perindo.
Mantan Panglima TNI itu digandengkan bersama eks Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Di sini PDIP bakal bertemu KIM Plus yang di Jawa Tengah memasang duet eks Kapolda Jawa Tengah Ahmad Lutfi dengan mantan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen. Lalu bagaimana profil dua jenderal itu?
Profil Andika Perkasa
Dia bernama lahir Fransiskus Xaverius Emanuel Andika yang lahir pada 21 Desember 1964. Eks Panglima TNI yang berganti nama menjadi Muhammad Andika Perkasa ini merupakan Panglima Tentara Nasional Indonesia pada 2021-2022.
Dia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Saat dilantik menjadi Panglima TNI usianya tidak lagi muda hingga dinobatkan sebagai panglima tertua dalam sejarah sampai rekor itu terpecahkan oleh penggantinya Laksamana Yudo Margono yang diangkat pada 19 Desember 2022.
Jenderal lulusan Akademi Militer pada 1987 ini juga berasal dari keluarga Jawa, tepatnya di Magelang dan Blitar.
Andika Perkasa mengawali 12 tahun karirnya sebagai perwira pertama infanteri pada jajaran korps baret merah (Kopassus) Grup 2 /Para Komando dan Satuan-81 /Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus, dan sesudahnya ditugaskan di Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Mabes TNI-AD. Dia kembali bertugas di Kopassus sebagai Komandan Batalyon 32/Apta Sandhi Prayuda Utama, Grup 3/Sandhi Yudha.
Baca Juga: RSU Wajak Husada Bareng Muspika Wajak Gelar Program Gerakan Mitigasi Stunting
Jenderal TNI Andika Perkasa mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Terbuka untuk mengambil gelar Strata-1 (Sarjana Ekonomi) dan meraih berhasil mengenyam 3 gelar akademik Strata-2 (MA MSc MPhil) serta 1 gelar akademik Strata-3 (PhD) dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Amerika Serikat.
Eks panglima ini pernah menjabat sebagai Sekretaris Pribadi Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Komandan Resimen Induk (Danrindam) Kodam Jaya/Jayakarta di Jakarta, Komandan Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera Kodam I/Bukit Barisan berkedudukan di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara.
Kemudian Andika Perkasa dipromosikan ke jabatan perwira tinggi (Pati) dengan pangkat Brigadir Jenderal TNI sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI-AD (Kadispenad), Jakarta, pada 25 November 2013 berdasarkan Keputusan Panglima TNI No Kep/871/XI/2013 tanggal 8 November 2013.
Presiden Joko Widodo mencalonkannya pada November 2021 menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia, menggantikan Marsekal TNI Dr Hadi Tjahjanto yang telah habis masa tugasnya.
Pria berusia 59 tahun ini memasuki dunia politik pada 2023. Dia memercayakan karir politiknya pada partai banteng atau PDIP hingga Andika Perkasa diusung menjadi calon gubernur Jawa Tengah.
Profil Ahmad Luthfi
Ahmad Luthfi namanya. Dia lahir pada 22 November 1966, 701 hari lebih muda dari Andika Perkasa. Diketahui sejak 14 Agustus 2024, perwira tinggi Polri ini menjabat menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan.
Pria yang berpengalaman di bidang Intelijen Keamanan ini merupakan lulusan Sekolah Perwira Militer Sukarela (Sepa Milsuk) Polri pada 1989. Jabatan sebelumnya sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Untuk pendidikan umumnya, Ahmad Luthfi mengenyam hingga Strata-2.
Dia juga pernah menjadi Wakil Direktur Intelijen dan Keamanan (Wadir Intelkam) Polda Jateng pada 2010–2011. Sebab, Listyo Sigit Prabowo dipindahtugaskan ke Jakarta untuk menjabat sebagai Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri, Ahmad Lutfi ditunjuk menjadi Wakapolres Surakarta. Hal ini sebagai awal kedekatannya dengan Jokowi yang masa itu masih menjadi Wali Kota Surakarta.
Baca Juga: Pemeriksaan Aaliyah Massaid Diduga Hamil di Luar Nikah Batal Digelar, 3 Akun Penyebar Hoax Diusut
Kemudian pada 2015, dia diangkat sebagai Kapolres Surakarta, sampai pada 2017, Mabes Polri memanggilnya agar memegang jabatan sebagai Analis Kebijakan Madya bidang Sosbud Baintelkam Polri.
Selanjutnya pada 2018, Jawa Tengah membutuhkannya untuk bertugas sebagai Wakapolda Jawa Tengah, dan dua tahun kemudian Ahmad Luthfi naik pangkat menjadi Kapolda Jawa Tengah hingga 2024.
Di tahun yang sama, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memutuskan Ahmad Luthfi sabagai calon gubernur Jawa Tengah dari partainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Muhammad Wahib Ali/Magang
Editor: Dwi Lindawati








