Anggota DPRD Surabaya: Kami Menantang Satpol PP untuk Menyegel RS Siloam karena Tak Berizin!

  • Bagikan
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Imam Syafi'i ketika diwawancara soal operasional RS Siloam di depan City of Tomorrow (Cito) Mall Surabaya, Rabu (17/02/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Imam Syafi'i ketika diwawancara soal operasional RS Siloam di depan City of Tomorrow (Cito) Mall Surabaya, Rabu (17/02/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Imam Syafi’i melakukan inspeksi mendadak (sidak) di area City of Tomorrow (Cito) Mall Surabaya terkait rencana operasional Rumah Sakit (RS) Siloam. Dia menyampaikan bahwa menantang satpol-PP untuk menyegel tempat tersebut karena RS Siloam tidak memiliki izin operasional di area Cito Mall Surabaya.

“Kami menantang satpol-PP untuk menyegel tempat ini karena belum ada izinnya. Jangan ketika pedagang kaki lima (PKL) atau orang kecil ya ketika melanggar dan tidak ada izinnya langsung disegel, langsung diberi police line. Kami menantang satpol-PP untuk berani,” terang Imam Syafi’i kepada pewarta Tugu Jatim Rabu (17/02/2021), pukul 13.00 WIB.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Selain itu, Imam juga menyampaikan bahwa sudah ada perwakikan dari satpol-PP yang ikut melihat secara langsung keterangan dari bebagai dinas bahwa rencana operasional RS Siloam di area Cito Mall Surabaya memang masih berkategori tidak ada izin.

“Harus berani menyegel karena tadi juga ada satpol-PP yang kami undang. Kami memberi penjelasan bahwa ini perizinan (IMB sebagai hotel dan apartemen, red) masih yang lama. Belum ada perubahan,” lanjutnya.

Virtual Class Tugu Malang x Paragon, Tugu Jatim, Tugu Media Group
Ads.

Bila diamati prosesnya, ini termasuk ilegal karena tidak ada izin yang dikirim sebelum menjalankan RS Siloam. Imam kembali menantang satpol-PP untuk menyegel lokasi tersebut, mengingat bila ada rakyat kecil yang tidak memiliki perizinan langsung disegel begitu saja oleh mereka.

“Artinya, ketika ada pengerjaan yang menjadikan ini sebagai rumah sakit, itu kan ilegal. Kenapa kalau sama orang kecil langsung disegel, kalau menghadapi kelompok yang punya uang banyak seperti ini kami tantang berani nggak untuk menghentikan pengerjaan ini,” imbuhnya.

Mengenai penugasan penyegelan itu, Imam melanjutkan, penghuni dan warga akan mengirimkan surat pada dinas cipta karya dan dinas lingkungan hidup agar dibantu menyampaikan pada satpol-PP untuk menyegel tempat tersebut.

“Tadi warga penghuni akan mengirim surat bahwa terjadi pelanggaran supaya ditertibkan. Mereka berharap kepada dinas terkait agar dapat membantu menyampaikan kepada satpol-PP. Jadi ada dua pintu,” ujarnya.

Untuk diketahui, dalam agenda sidak anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya itu dihadiri oleh 3 orang, selain Imam Syafi’i, ada juga Muhammad Machmud dan Josiah Michael yang turut ikut mengamati situasi di area Cito Mall Surabaya secara langsung. Mengenai pihak RS Siloam sendiri, masih belum dapat ditemui di lokasi untuk dimintai keterangan. (Rangga Aji/ln)

 

 

  • Bagikan