BOJONEGORO, Tugujatim.id – Kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Bojonegoro menunjukkan arah yang semakin membaik. Indikator paling nyata terlihat dari Angka Harapan Hidup (AHH) warga yang terus bergerak naik dan kini menembus usia 75 tahun. Capaian ini menandai peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Pada 2025, Angka Harapan Hidup Kabupaten Bojonegoro tercatat sebesar 75,20 tahun. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 74,91 tahun.
Kenaikan ini menjadi sinyal positif, layanan kesehatan dasar serta jaminan kesehatan yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Baru Diresmikan 2023, Atap Gedung Paripurna DPRD Bojonegoro Ambrol Dihantam Cuaca Ekstrem
Angka Harapan Hidup merupakan komponen pertama dan krusial dalam indeks pembangunan manusia (IPM). Peningkatan angka harapan hidup turut mendorong IPM Kabupaten Bojonegoro naik dari 72,75 pada 2024 menjadi 73,74 pada 2025 atau bertambah 0,95 poin. Perbaikan di sektor kesehatan menjadi fondasi penting dalam pembangunan manusia di daerah ini.
Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro Achmad Gunawan menegaskan, kenaikan AHH bukan sekadar pencapaian statistik. Menurut dia, angka tersebut mencerminkan semakin baiknya standar kesehatan masyarakat Bojonegoro dari waktu ke waktu.
“Peningkatan AHH di Bojonegoro menjadi bukti nyata bahwa standar kesehatan masyarakat kita terus membaik,”ujar Gunawan dikutip dari website resmi Pemkab Bojonegoro, Senin (12/01/2026).
Capaian Optimalkan Layanan Kesehatan Merata
Capaian ini, menurut dia, bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari optimalisasi layanan kesehatan dasar dan program jaminan kesehatan yang semakin merata.
“Kami berkomitmen agar kualitas hidup yang baik ini dapat dirasakan oleh seluruh warga hingga ke pelosok desa,” ujarnya.
Upaya peningkatan derajat kesehatan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penguatan fasilitas kesehatan, perluasan akses layanan dasar, hingga jaminan kesehatan bagi masyarakat. Arah kebijakan ini bertujuan memastikan setiap warga, termasuk di wilayah pedesaan, memperoleh layanan kesehatan yang layak.
Dampak dari membaiknya sektor kesehatan turut memberi efek berantai pada komponen pembangunan lainnya. Di bidang pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) di Bojonegoro naik dari 13,18 tahun pada 2024 menjadi 13,27 tahun pada 2025.
Baca Juga: Gaya Hidup Pria Modern Bojonegoro: Barbershop Eksklusif Ramai, Tak Sekadar Cukur Tapi Healing
Sementara rata-rata lama sekolah (RLS) juga meningkat dari 7,59 tahun menjadi 7,78 tahun. Kesehatan yang lebih baik memungkinkan masyarakat bertahan lebih lama dalam aktivitas belajar dan bekerja.
Penguatan kualitas hidup juga tercermin dari sisi ekonomi. Pengeluaran riil per kapita masyarakat Bojonegoro meningkat dari Rp11,204 juta menjadi Rp11,79 juta per tahun. Kenaikan sebesar Rp592 ribu atau 5,28 persen ini menunjukkan daya beli masyarakat yang kian menguat.
Dengan angka harapan hidup yang terus meningkat, Pemkab Bojonegoro menegaskan komitmennya menjaga momentum pembangunan kesehatan. Tujuannya satu yaitu memastikan warga Bojonegoro tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga menikmati kualitas hidup yang lebih baik dan merata di seluruh wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








