• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Annisa Srikandi Terminal

Annisa Srikandi Terminal bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) jurusan Surabaya-Jember.. (Layla Aini/ Tugujatim.id).

Annisa Srikandi Terminal, dari Guru Jadi Kondektur Bus Surabaya-Jember Demi Masa Depan Anak

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
1 year ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Di tengah deru mesin dan asap knalpot di Terminal Purabaya Surabaya, berdiri tegap Annisa (40) seorang perempuan tangguh pemegang kendali perjalanan armada bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) jurusan Surabaya-Jember. Annisa Srikandi Terminal jauh dari seragam resmi kantoran dan duduk di ruang berpendingin, tapi sebaliknya bergulat dengan kehidupan kerasnya jalanan dan hiruk pikuk bus antar kota, yang lazim didominasi para kaum Adam.

Annisa bukan sekadar petugas tiket, tapi seorang ibu tunggal yang menukar gelar guru dengan peluit dan tiket, demi satu tujuan masa depan sang buah hati. Sebelum menjadi kondektur, Annisa adalah guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA di kampung halamannya, Pamekasan, Madura.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

“Ngajar sebulan cuma dapat seratus ribu. Buat hidup sehari-hari saja nggak cukup,” kenang Annisa, pada Selasa, (15/7/2025).

Dari Papan Tulis ke Terminal Bus

Profesi itu harus ditanggalkan karena gaji yang tidak sebanding dengan kebutuhan hidup bersama buah hatinya. Hingga suatu hari, tawaran menjadi kondektur bus datang dari seorang teman. Tanpa ragu, Annisa memilih jalan baru, penuh tantangan, namun menjanjikan penghasilan lebih layak.

“Awalnya ada teman saya yang ngasih tahu kalau ada lowongan kondektur bis, gajinya sekian, mau tidak? Ya karena ingin merubah nasib demi anak dan keluarga, akhirnya saya mau coba,” ungkap Annisa.

Tiga tahun sudah Annisa menyusuri jalur Surabaya–Jember, juga terkadang sampai ke Banyuwangi. Siang malam, ia beradu dengan waktu, menjaga keselamatan penumpang, hingga mengusir kantuk sambil tetap ramah memberi pelayanan.

Annisa Srikandi Terminal
Annisa Srikandi Terminal keseharian sebagai kondektur AKDP Bus Surabaya-Jember, . (Layla Aini/ Tugujatim.id).

Meski, pendapatannya tak tetap, naik turun sesuai dengan kondisi penumpang di Terminal. Namun, ia tetap bersyukur karena gajinya cukup untuk kebutuhan anak dan keluarga di kampung.

“Kalau penumpang sepi, kadang sehari cuma mengantongi Rp100 ribu. Tapi saat musim ramai seperti Lebaran, bisa sampai Rp800 ribu per harinya. Ya, yang penting halal dan bisa untuk biaya anak,” ujarnya tegas.

Dunia Terminal: Bukan Wilayah Ramah Perempuan

Meski dikelilingi rekan kerja pria dan lingkungan yang keras, Annisa tak pernah merasa gentar. Godaan, candaan kasar, hingga penumpang nakal yang pura-pura tidur demi menghindari bayar tiket, semua ia hadapi dengan sabar dan senyum.

“Yang sering itu penumpang nggak mau bayar. Terus pura-pura tidur, tapi ya tetap saya tagih tiketnya. Dulu awal-awal kerja sering juga digoda sama sopir, teman laki-laki, kadang penumpang. Kalau digoda, saya cuekin aja. Justru sekarang teman laki-laki semua baik sama saya, suka bantu juga,” katanya sambil tertawa kecil.

Setiap Perjalanan Penuh Kisah dan Tanggung Jawab

Tentunya sebagai kondektur, ia mempunyai kewajiban setiap pagi, sebelum bus melaju melakukan inspeksi rutin. Mulai dari oli, radiator, hingga memastikan kondisi kabin.

terminal 1

“Kalau berangkat jam 9, saya sudah datang jam setengah 8. Semuanya harus dicek dulu. Itu tanggung jawab saya juga,” ungkapnya penuh semangat.

Di samping itu, karena jam kerjanya bisa sampai 12 jam sehari, ia memilih indekos dekat Terminal Purabaya agar tak ketinggalan jadwal.

“Untuk jam kerja rata-rata 8 jam, kadang juga bisa 12 jam itu kalau kondisi ramai bisa bolak-balik ke Surabaya-Jember. Dan pasti pulang kerja kan capek, jadi saya ngekos deket-deket sini saja (terminal),” paparnya.

Ibu, Perjuangan, dan Rindu yang Tak Pernah Padam

Anak semata wayangnya, kini berusia empat tahun, tinggal bersama keluarga besar di Madura. Rasa rindu pun menjadi teman sehari-hari yang harus ditahan. “Kalau kangen, ya video call. Tapi tetap sedih, apalagi kalau dia lagi sakit,” ucapnya lirih.

BACA JUGA: Skadron Udara 32 Misi Angkutan Udara Latihan Sikatan Daya 2025, Sosok Pilotnya Menyita Perhatian

Namun ia tak pernah menyesali jalan hidupnya. Baginya, menjadi kondektur bukan keterpaksaan, tapi pilihan untuk bertahan dan memberi harapan bagi sang buah hati.

Perempuan Juga Bisa Berdiri Sendiri

Annisa adalah potret nyata srikandi tangguh masa kini. Ia hanya bisa menorehkannya dalam peluh, kesabaran, dan langkah tak kenal lelah di atas aspal panas. Annisa berpesan kepada perempuan di luaran sana untuk tetap berjuang diatas kakinya sendiri.

“Perempuan juga bisa mandiri. Jangan bergantung pada laki-laki. Jangan mudah menyerah, karena hidup ini harus terus diperjuangkan,” pesan Annisa, yang menggema di antara deru mesin siap membawanya pada perjalanan berikutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Layla Aini

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: JemberPerempuan PejuangSurabayaTerminal Purabaya SurabayaTugu Inspirasi
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Jobfit Pemkab Mojokerto Rampung

Jobfit Jabatan Kosong Pemkab Mojokerto Rampung! Tunggu Penetapan Bupati

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID