Aplikasi Down Bikin Lemot Proses Vaksinasi Lansia di RSI Ahmad Yani Surabaya

Aplikasi Down Bikin Lemot Proses Vaksinasi Lansia di RSI Ahmad Yani Surabaya

  • Bagikan
Rumah Sakit Islam (RSI) Ahmad Yani Surabaya sedang melaksanakan vaksinasi untuk lansia Selasa (23/02/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Rumah Sakit Islam (RSI) Ahmad Yani Surabaya sedang melaksanakan vaksinasi untuk lansia Selasa (23/02/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Rumah Sakit Islam (RSI) Ahmad Yani Surabaya menjalankan vaksinasi untuk kategori lanjut usia (lansia) Selasa (23/02/2021). Penanggung Jawab Klinik Vaksin RSI Ahmad Yani Dr Widayanti MKes menyampaikan bahwa ada kendala saat menjalankan vaksinasi lansia, yaitu terkait sistem aplikasi yang “down” atau lemot karena banyak orang yang mengaksesnya di Surabaya dan Jawa Timur. Untuk selain persoalan aplikasi, dia menyampaikan, semua berjalan lancar dan aman.

“Hari ini (Selasa) insya Allah lancar, tapi kami di seluruh Jawa Timur terkendala pada kelancaran sistem aplikasi. Aplikasi sangat lemot, itu yang jadi kendala utama kami sehingga pelayanan agak lama,” terang Dr Widayanti pada pewarta Tugu Jatim saat ditemui di RSI Ahmad Yani Surabaya, Selasa siang.

Butuh waktu 1 jam untuk waktu menunggu selesainya server down dari aplikasi input data penerima vaksin tersebut. Dr Widayanti menjelaskan, karena tenaga kesehatan (nakes) RSI Ahmad Yani memakai cara manual dalam proses pencatatan data penerima vaksin lansia.

“Waktu tunggu lama, sekitar 1 jam. Solusinya pakai cara manual dulu. Tidak lancarnya karena lemot, semua se-Surabaya membuka aplikasinya,” imbuhnya.

Apabila proses input data saja sudah lama dan terganggu, belum lagi saat screening juga ada persoalan, akhirnya tidak bisa selesai cepat. Dr Widayanti menjawab, akibat server aplikasi lemot bisa berantai ke tahap-tahap lainnya.

“Kalau proses daftarnya tidak selesai, nanti juga tidak bisa screening, lalu screening lemot tidak bisa lagi ke proses selanjutnya. Nah, akhirnya berantai seperti itu,” tuturnya.

Selain kendala mengenai server aplikasi, Dr Widayanti juga perlu menyesuaikan proses vaksinasi karena yang menjadi subjek ialah lansia. Jadi, perlu pendekatan lebih agar dapat melayani lansia lebih baik.

“Kendalanya soal kategori lansia ya, ada yang berkurang pendengarannya, komunikasi agak susah, nah pendekatannya kami juga perlu menyesuaikan lansianya,” ucapnya.

Untuk waktu keseluruhan yang diperlukan ialah sekitar 45 menit, bila tidak ada kendala. Selama 45 menit itu sudah termasuk dalam waktu tunggu untuk observasi melihat efek samping vaksinasi yang sudah diterima oleh para lansia.

“Kalau macet kan tidak bisa menampilkan data di penerima vaksin ini. Kalau waktu yang diperlukan keseluruhan untuk vaksinasi 45 menit. Itu termasuk nunggu buat observasi 30 menit,” tuturnya.

Apabila tanpa waktu tunggu 30 menit, proses daftar dan suntik hanya memerlukan 15 menit. Namun karena terkendala, Dr Widayanti melanjutkan, sehingga waktu yang dijalani bisa sampai 1 jam.

“Kalau cuma vaksin dan registrasi saja, sekitar 15 menit. Antara daftar sampai suntik itu hanya perlu waktu 15 menit. Kalau terkendala, ya rata-rata perlu waktu 1 jam. Kalau di luar ini kan ada yang target puskesmas dan cakupan RSI, insya Allah cakupan RSI sudah 100 persen. Target saya sampai pukul 13.00 sudah selesai. Tapi, karena banyak yang vaksinasi, jadi ya saya selesaikan semua,” ujarnya. (Rangga Aji/ln)

 

  • Bagikan