Aplikasi E-Pasar Malang, Belanja ke Pasar Tradisional secara Mudah Tanpa Keluar Rumah

  • Bagikan
Wakil Ketua Bidang Perdagangan dan Distribusi KADIN Kota Malang, Dicky Sulaiman (kiri) menunjukkan aplikasi e-Pasar Malang. (Foto: Dokumen) tugu jatim
Wakil Ketua Bidang Perdagangan dan Distribusi KADIN Kota Malang, Dicky Sulaiman (kiri) menunjukkan aplikasi e-Pasar Malang. (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Pedagang pasar tradisional di Malang Raya tak lagi perlu khawatir jika pasar sepi di masa pandemi Covid-19 ini. Masih ada cara lain untuk menambah penghasilan lewat platform bernama E-Pasar Malang. Aplikasi ini juga memudahkan masyarakat untuk berbelanja tanpa harus keluar rumah.

Aplikasi berupa marketplace ini dibikin oleh warga Malang dinaungi oleh Kamar Dagang Industri (Kadin) Malang yang bebas digunakan dan diakses semua orang. E-Pasar Malang sendiri sudah dapat diunduh di Google Playstore, gratis.

Wakil Ketua Bidang Perdagangan dan Distribusi KADIN Kota Malang, Dicky Sulaiman menjelaskan, dibentuknya E-Pasar ini berangkat dari keprihatinan atas lesunya aktivitas ekonomi sejak pandemi merebak.

Dibangun sejak Juli 2020 lalu, diharapkan aplikasi ini bisa membantu pemenuhan kebutuhan dasar rakyat tanpa harus terhalang pengetatan aktivitas selama pandemi.

”Pedagang tetap bisa jualan, juga nambah pasarnya. Untuk masyarakat juga tetap dapat belanja tanpa harus keluar rumah sesuai anjuran dari pemerintah menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” jelas Dicky kepada reporter, Minggu (4/7/2021).

E-Pasar ini hampir serupa dengan marketplace lain seperti Tokopedia atau Lazada. Bedanya, basis pengelolaannya terbatas di lokalan Malang Raya saja.

”Dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri. Kami (Kadin) tidak minta sharing profit sepeserpun,” kata dia.

Aplikasi ini juga sudah diterapkan di sejumlah pasar tradisional di Malang. Terakhir, diujicoba terapkan di Pasar Pandanwangi. Sejauh ini, kata dia sudah ada sekitar 2.500 pengguna di aplikasi ini. Progresnya pun secara eksponensial terus meningkat.

”Dalam waktu dekat akan kita kembangkan penunjang pembayaran digital, namanya Malang Pay. Ini juga sudah terkoneksi dengan penyedia jasa tranaportasi online. Semua ada, kurir dari kita sendiri juga ada,” tambahnya.

PR tersisa pengembangan aplikasi ini tinggal satu. Masih kurang familiar di masyarakat dan juga masih banyak pedagang yang gagap teknologi. Pihaknya masih terus berupaya sosialisasi dan menggandeng banyak pihak untuk mengakses aplikasi ini.

Soal teknis aplikasi ini juga cukup mudah. Tinggaln= masuk (login) dan dan daftar jadi member, baik seller maupun buyer. Jika ingin berbelanja, tinggal pilih sejumlah komoditi di pasar-pasar tradisional terdekat.

”Pengembangan aplikasi ini masih terus lanjut hingga kini. Dalam waktu dekat akan dikembangkan pembayaran uang elektronik. Semacam OVO, Go Pay begitu nanti juga kita ada bikin sendiri namanya Malang Pay,” tandasnya.

  • Bagikan