Aquaponik Budikdamber ala Mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur untuk Atasi Ketahanan Pangan di Masa Pandemi - Tugujatim.id

Aquaponik Budikdamber ala Mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur untuk Atasi Ketahanan Pangan di Masa Pandemi

  • Bagikan
Salah satu anggota KKN kelompok 36 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur bernama Raynaldy Lucky menyerahkan hasil budikdamber kepada perwakilan dari Kelurahan Sidosermo, Surabaya. (Foto: Dok Anggota KKN Kelompok 36/Tugu Jatim)
Salah satu anggota KKN kelompok 36 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur bernama Raynaldy Lucky menyerahkan hasil budikdamber kepada perwakilan dari Kelurahan Sidosermo, Surabaya. (Foto: Dok Anggota KKN Kelompok 36)

SURABAYA, Tugujatim.id – Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kelompok 36 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, melaksanakan kegiatan pembuatan aquaponik budi daya ikan dalam ember (budikdamber). Dan budikdamber itu sendiri merupakan bentuk aksi kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat di Kelurahan Sidosermo, Surabaya, Rabu (28/07/2021).

Program yang berada di bawah naungan divisi teknologi tepat guna ini disebut juga sebagai teknik aquaponik, yaitu penggabungan antara budi daya tanaman dan lele yang berkembang di satu tempat yang sama.

Program kerja pembuatan budikdamber yang dilakukan KKN Kelompok 36 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jatim di Kelurahan Sidosermo, Surabaya. (Foto: Dok Anggota KKN Kelompok 36/Tugu Jatim)
Program kerja pembuatan budikdamber yang dilakukan KKN Kelompok 36 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jatim di Kelurahan Sidosermo, Surabaya. (Foto: Dok Anggota KKN Kelompok 36)

Mahasiswa kelompok 36 pun menyosialisasikan teknik tersebut kepada anggota pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK) di wilayah Sidosermo. Hal ini dilakukan karena budikdamber dinilai memiliki potensi lebih dalam menangani ketahanan pangan di tingkat keluarga.

“Dipilihnya program kerja pembuatan aquaponik karena mudah dibuat dan dibudidayakan. Selain itu, tidak memakan tempat yang luas karena medianya hanya sebuah ember dan gelas mineral yang nantinya diisi tanaman dan ikan lele,” ujar Ketua Kelompok 36 Febrian Ishaq.

KKN kelompok 36 menggabungkan budi daya tanaman dan ikan lele agar menjadi ketahanan pangan di lingkup masyarakat Kelurahan Sidosermo, Surabaya. (Foto: Dok Anggota KKN Kelompok 36/Tugu Jatim)
KKN kelompok 36 menggabungkan budi daya tanaman dan ikan lele agar menjadi ketahanan pangan di lingkup masyarakat Kelurahan Sidosermo, Surabaya. (Foto: Dok Anggota KKN Kelompok 36)

Mengingat pandemi yang belum kunjung usai hingga saat ini, KKN kelompok 36 meminimalisasi adanya tatap muka dengan warga agar menghindari kerumunan. Edukasi terkait budikdamber ini dilakukan dengan membuat video tutorial pembuatan aquaponik yang diunggah di platform YouTube serta memberikan hasil dari program kerjanya kepada Kelurahan Sidosermo sebagai contoh.

Selain itu, aquaponik ini dapat dijadikan sebagai peluang di masa pandemi karena hasil panen yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan ekonomi seperti kebutuhan pangan dan dapat diperjualbelikan.

Kelompok 36 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur foto bersama di Kelurahan Sidosermo, Surabaya. (Foto: Dok Anggota KKN Kelompok 36/Tugu Jatim)
Kelompok 36 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur foto bersama di Kelurahan Sidosermo, Surabaya. (Foto: Dok Anggota KKN Kelompok 36)

Febrian juga menjelaskan, dengan adanya edukasi ini, diharapkan dapat memunculkan potensi usaha warga Sidosermo.

“Yang pasti harapan dari kami dengan adanya edukasi pembuatan serta pembudidayaan aquaponik ini adalah munculnya potensi usaha yang dapat mengangkat perekonomian warga sekitar yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, harapan dengan dilaksanakannya kegiatan ini, semua peserta KKN setelah lulus dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan tumbuh jiwa kepedulian terhadap permasalahan masyarakat yang terdampak bencana.

“Untuk warga Sidosermo sendiri, saya harap dapat terangkat perekonomian serta potensi pariwisatanya agar dapat lebih berkembang dan dikenal secara luas,” lanjut Febrian.

 

  • Bagikan