• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
aremania tugu jatim

Pengadilan Negeri (PN) Surabaya tempat dilaksanakan sidang lima tersangka tragedi Kanjuruhan. Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim

Aremania Pertanyakan Sidang Tragedi Kanjuruhan yang Digelar Tertutup

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
4 years ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Suporter Arema FC, Aremania mempertanyakan sidang perkara tragedi Kanjuruhan yang akan digelar secara tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada Senin (16/1/2023) mendatang.

Selain melarang Aremania datang ke persidangan dengan alasan menjaga kondusivitas karena ada potensi gesekan antar kedua suporter, aparat penegak hukum juga melarang menyiarkan persidangan secara live atau langsung. Padahal secara konstitusional, persidangan tindak pidana bersifat terbuka untuk umum. Siapapun boleh menyaksikan jalannya sidang.

You might also like

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

18/07/2026 4:04 PM
TNI AD

Gudang Pusat Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Berikut Kronologi Kejadian dan Korban Tewas

16/07/2026 8:55 PM

”Apalagi kami Aremania, juga ingin tahu proses sidang perkara yang menewaskan 135 orang itu,” kata Aremania, Ambon Fanda, pada Jumat (13/1/2023).

aremania tugu jatim
Foto korban jiwa tragedi Kanjuruhan berjajar di Stadion Gajayana Kota Malang, pada Kamis (10/11/2022). Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim

Menurut dia, kedatangan Aremania ke Surabaya tidak ada kaitannya dengan rivalitas sepak bola, namun untuk mengawal proses persidangan agar berjalan adil.

Kata dia, dalam proses pembuatan berkas perkaranya saja banyak kejanggalan, apalagi proses sidangnya. ”Aneh saja ketika kami semua mengawal keadilan kok dinilai perusuh. Padahal gak ada kerusuhan yang kami buat. Dalam hal ini, polisi seharusnya melindungi hak hukum warga negara. Jangan malah disangkut pautkan dengan rivalitas bola,” ucapnya.

Namun tidak banyak yang bisa dilakukan Aremania sebagai warga negara biasa. Harapan terakhirnya, suporter Persebaya Surabaya bisa menolak jalannya persidangan di sana, sehingga peristiwa yang terjadi di Malang itu juga disidang di Malang. ”Harapan terakhir ya cuma itu, aliansi suporter di sana bisa ikut menolak persidangan sehingga bisa dikembalikan lagi ke Malang,” harapnya.

Sebelumnya, PN Surabaya telah mengeluarkan kebijakan melarang wartawan untuk melakukan siaran langsung pada jalannya sidang tragedi Kanjuruhan. Wartawan hanya dibolehkan melakukan peliputan melalui suara, video, dan foto.

Larangan siaran langsung itu diminta langsung oleh majelis hakim kepada PN Surabaya. Selain pelarangan untuk live, majelis hakim juga melakukan pembatasan jumlah pengunjung pada saat persidangan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung sidang.

Meski begitu, Aremania tidak tinggal diam. Mereka terus melakukan konfrontasi untuk tetap dapat mengawal jalannya persidangan demi keadilan dan transparansi publik.

Koordinator Tim Gabungan Aremania (TGA), Dyan Berdinandri menuturkan tetap akan berjuang agar Aremania bisa mengawal sidang. Paling tidak, sejumlah perwakilan Aremania bisa mendapatkan akses untuk mengawal jalannya persidangan.

Selain itu, pihaknya juga akan berkomunikasi dengan Kejati Jatim agar jalannya persidangan bisa disaksikan secara umum. Padahal semula, Kejati Jatim mengungkapkan bahwa sidang akan digelar secara terbuka. “Nanti kita akan koordinasi lagi dengan tim hukum untuk mengupayakan sidang disiarkan secara live atau kami yang akan tetap datang ke sana,” ujar Dyan.

”Saya saja sangat heran. Kok bisa? Aremania sebagai warga negara ingin mengawal keadilan bagi saudara-saudara kami yang meninggal dalam tragedi Kanjuruhan, tapi dilarang. Dipersulit. Penjagaannya ketat sekali, kayak mau perang aja,” pungkasnya.

Tags: AremaniaMalangtragedi kanjuruhan
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

TNI AD

Gudang Pusat Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Berikut Kronologi Kejadian dan Korban Tewas

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 8:55 PM
0

MADIUN, Tugujatim.id – Gudang Amunisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meledak pada...

CR-V.

5 Korban Tewas Kecelakaan Maut Tol Pandaan-Malang, Sopir Honda CR-V Hantam Truk Parkir Diduga Microsleep

by Dwi Linda
16/07/2026 3:17 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil dan truk terjadi di jalan Tol Pandaan-Malang KM 71/B, tepat di wilayah...

Bengkel dan warung kopi.

Kompor Gas Bocor Diduga Bakar Bengkel dan Warung Kopi di Lawang, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

by Dwi Linda
13/07/2026 5:02 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah bengkel yang juga difungsikan sebagai warung kopi di Jalan Sumberwuni, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang,...

Next Post
pegadaian syariah tugu jatim

Cara Mudah Punya Sepeda Motor Listrik Lewat Pegadaian Syariah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID