• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Art Toys and Comic

Seorang pengunjung sedang mengamati deretan koleksi jadul yang dipamerkan di Art Toys and Comic Blitar (5/4/2026). Pameran ini menjadi ajang bernostalgia sekaligus mengenal lebih dekat karya seniman lokal. (Foto: Moch. Luki Azhari/Tugujatim)

Art Toys and Comic, Panggung Pamer Taring Para Seniman Lokal Kota Blitar

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
4 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

KOTA BLITAR, Tugujatim.id – Art Toys and Comic, menjadi arena panggung ‘pamer taring’ yang selama ini dirindukan para seniman lokal di Kota Blitar.

Sisa hujan masih membasahi aspal di kawasan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Minggu (5/4/2026) sore.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Aroma tanah basah menyeruak, namun dinginnya cuaca tak sedikit pun menyurutkan kesibukan di sebuah gedung eks Kantor Kelurahan Sananwetan.

Di dalam aula mini yang kini disulap menjadi Blitar Art Center, tangan-tangan terampil nampak lincah menata detail-detail kecil, dari miniatur diorama yang presisi hingga goresan komik yang tajam.

Art Toys and Comic
Seniman ilustrator, Uky Tantra, mengamati karyanya berjudul “The Power of Iman” dalam pameran Art Toys and Comic di Blitar, Minggu (5/4/2026). Karya ini merefleksikan keteguhan iman dan semangat perjuangan. (Foto: Moch. Luki Azhari/Tugujatim)

Hari itu, sebuah ruang kreatif swadaya resmi dibuka. Bertajuk “Art Toys and Comic”, sebanyak 20 seniman asal Blitar Raya akhirnya “keluar” dari persembunyiannya. Mereka tidak lagi berkarya di balik pintu kamar atau studio sunyi, melainkan memamerkan taringnya kepada dunia.

Melawan Arus Underground

Miryono Daru (50) berdiri dengan bangga di antara deretan karya. Pria asal Jalan Veteran, Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul ini bukan sekadar ketua panitia, ia adalah veteran di dunia diorama sejak tahun 2005. Baginya, pameran ini adalah misi penyelamatan bakat.

“Sebenarnya acara seperti ini sudah banyak di kota besar. Saya punya keinginan menampilkan teman-teman yang selama ini underground atau tersembunyi. Biar warga tahu kalau Blitar punya talenta yang setara dengan tren seni kekinian di luar sana,” ujar Miryono dengan nada mantap.

Miryono sendiri memamerkan mahakaryanya, sebuah diorama bertema Perjuangan PETA. Miniatur itu bukan sekadar pajangan, melainkan fragmen sejarah yang kental dengan identitas bumi Blitar sebagai tanah para pejuang.

Toys and Comic
Seniman diorama, Miryono Daru, menunjukkan detail karya bertema “Pejuang PETA Blitar” dalam pameran Art Toys and Comic, Minggu (5/4/2026). Karya ini mengangkat fragmen sejarah kemerdekaan dari tanah Blitar.

Ia gelisah melihat banyak anak muda Blitar yang justru mencari panggung ke luar kota karena merasa di rumah sendiri tak ada wadah.

“Saya ingin Blitar punya event yang tidak kalah menarik. Ini juga bentuk edukasi untuk anak-anak agar tidak melulu terpaku pada gadget,” tambahnya.

Benteng Terakhir Melawan AI

Di sudut lain, Uky Tantra (39), seorang ilustrator asal Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan tampak sedang merapikan bingkai karyanya. Bagi Uky, pameran fisik seperti ini adalah pernyataan sikap di tengah gempuran teknologi Artificial Intelligence (AI).

Uky memamerkan sebuah karya emosional berjudul “The Power of Iman”. Lukisan itu menggambarkan seorang anak kecil di Palestina yang tetap teguh mengangkat bendera meski tubuhnya bersimbah luka.

Art Toys and Comic
Sejumlah pengunjung tampak antusias berkeliling menikmati ragam karya di pameran Art Toys and Comic, Minggu (5/4/2026). Ruang kreatif ini menjadi daya tarik warga untuk menghabiskan akhir pekan. (Foto: Moch. Luki Azhari/Tugujatim)

Menariknya, Uky menyisipkan simbol bambu runcing, sebuah benang merah perjuangan yang menghubungkan Gaza dengan sejarah kemerdekaan Indonesia.

Namun, di balik keindahan garisnya, Uky menyimpan kekhawatiran mendalam soal profesi kreatif.

“Sekarang ada isu bahaya bahwa pemikiran pekerja kreatif itu dianggap nol nilainya. Dengan gempuran AI, orang menganggap semua gambar itu sama dan bisa didapat gratis,” tegas Uky.

Melalui pameran ini, ia ingin menunjukkan kekuatan imajinasi manusia yang punya ciri khas dan roh tidak bisa digantikan oleh mesin.

Ia berharap literasi seni seperti ini masif dilakukan ke sekolah-sekolah. Jika generasi muda hanya mengandalkan AI tanpa memahami proses kreatif yang riil, ia khawatir produksi kreativitas manusia akan musnah di masa depan.

Menghidupkan Ekonomi Kreatif

Pameran yang berlangsung hingga 12 April 2026 ini memang digratiskan bagi pengunjung. Namun, bagi mereka yang ingin memperdalam ilmu, tersedia workshop dengan biaya relatif terjangkau. Tak hanya itu, seluruh karya yang dipajang juga bisa dibeli oleh kolektor.

Safitri, seorang pengunjung asal Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo mengaku terpukau. Selama ini, ia sering menikmati karya-karya seni secara anonim di media sosial tanpa tahu bahwa kreatornya adalah tetangga kotanya sendiri.

Tugujatim art toys and comic4

“Senang sekali, bisa jadi hiburan akhir pekan yang beda. Saya baru tahu ternyata seniman Blitar itu keren-keren dan karyanya sangat detail. Semoga rutin diadakan agar kami tahu siapa saja orang-orang hebat di balik karya seni ini,” ungkap Safitri.

Harapan Safitri senada dengan doa Miryono Daru. Ia berharap pemerintah mulai melirik potensi ini. Bukan sekadar apresiasi kata-kata, tapi dukungan nyata berupa promosi agar seniman Blitar tidak lagi “bersembunyi” di balik bayang-bayang kota besar.

Di gedung eks kelurahan itu, sebuah gerakan telah dimulai. Blitar Art Center telah membuktikan bahwa meski di kota kecil, imajinasi para senimannya tumbuh raksasa, melampaui batas-batas layar digital dan sekat-sekat ketertinggalan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Penulis: Moch. Luki Azhari/ Kontributor

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Berita Kota BlitarKota Blitar
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Harga Emas

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun! Galeri24 Ambles Rp16 Ribu per Gram

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID