LUMAJANG, Tugujatim.id – Sebanyak 346 pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang mendadak menjalani tes urine massal pada Kamis (30/04/2026). Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah seorang ASN Lumajang di lingkungan DLH ditangkap polisi dalam kasus narkoba.
Tes urine ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Bupati Indah Amperawati untuk memastikan lingkungan ASN Lumajang bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Baca Juga: Tes Urine Mendadak di Polres Tuban, Tegaskan Nol Toleransi Narkoba
Ratusan pegawai DLH, mulai dari ASN Lamongan hingga tenaga kontrak, dikumpulkan di kantor DLH untuk menjalani pemeriksaan secara menyeluruh. Langkah tegas itu diambil usai Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang menangkap oknum ASN DLH berinisial HP, 44, warga Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Lumajang, Selasa malam (28/04/2026).
Bupati Minta Penanganan Tegas
Dalam unggahan akun Instagram resmi Pemkab Lumajang, @lumajang_kab, Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan tidak akan menoleransi ASN yang terlibat narkoba, baik sebagai pengguna maupun pengedar.
“Saya sudah koordinasi ternyata hasilnya positif. Saya juga meminta untuk ditelusuri hanya sekadar pengguna atau pengedar juga. Saya juga meminta kepada inspektur tidak usah menunggu pemeriksaan polres selesai tapi akan dibarengi dengan pemeriksaan inspektorat untuk kepetingan administrasi kepegawaian. Saya tidak kompromi soal narkoba untuk ASN kalau P3K dia terbukti pemakai, apalagi pengedar, besoknya saya keluarkan surat pemberhentian. Dan diberikan sanksi berat sampai dengan pemberhentian,” ujarnya.
Dia juga menegaskan pemeriksaan internal tidak akan menunggu proses hukum dari kepolisian selesai. Inspektorat dan BKD diminta segera bergerak untuk memproses sanksi administrasi bagi ASN yang terbukti terlibat narkoba.
Tes Urine Gunakan Pemeriksaan Lengkap
Dalam pelaksanaannya, tes urine tersebut dilakukan menggunakan reagen lengkap meski membutuhkan biaya cukup besar. Sebanyak 364 pegawai DLH mengikuti pemeriksaan pada hari itu.
“Untuk pelaksanaan tes urine tidak ada anggaran, tetapi saya paksakan karena saya minta dites dengan reagen yang lengkap jadi biaya tes urine cukup mahal, satu orang satu pemeriksaan. Hari ini Kamis (30/04/2026) ada 364 yang tes urine. Selanjutnya untuk bagian OPD yang lain akan saya pikirkan karena penganggarannya,” katanya.
Baca Juga: Perkuat Keamanan, Petugas Lapas Kelas IIB Mojokerto Cek Senpi hingga Tes Urine
Bupati juga mengungkapkan langkah serupa berpotensi dilakukan di organisasi perangkat daerah (OPD) lain sebagai bentuk antisipasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan. Bupati Lumajang juga menegaskan komitmennya untuk memberantas narkoba dan korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.
“Saya tidak main-main soal narkoba, no compromise saya sedih sekali ada teman Panjenengan yang tertangkap karena narkoba staf dinas lingkungan hidup yang tertangkap narkoba. Sebelum saya teriak anti narkoba, saya sampaikan sekali lagi di tubuh aparatur sipil negara harus bersih,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan akan terus mengawasi internal sebagai upaya menjaga integritas dan profesionalitas aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Umi Kulsum
Editor: Dwi Lindawati








