TUBAN, Tugujatim.id – Tes urine yang digelar Polres Tuban pada Rabu pagi (04/03/2026) bukan sekadar agenda formal setelah apel. Pemeriksaan mendadak itu menjadi ujian integritas yang dimulai dari pucuk pimpinan sebagai pesan tegas bahwa perang terhadap narkoba harus bersih dari dalam.
Tanpa pemberitahuan sebelumnya, para pejabat utama dan kapolsek jajaran langsung diarahkan menuju klinik Mapolres Tuban. Satu per satu menjalani pengambilan sampel urine. Tidak ada yang dikecualikan, termasuk kapolres sendiri.
Baca Juga: Nama Kasat Reskrim Polres Tuban Dicatut Penipuan Modus Telepon ke Pengusaha
Langkah ini menjadi sinyal bahwa pengawasan internal tidak lagi bisa bersifat simbolik. Tes mendadak dipilih untuk memastikan tidak ada celah persiapan atau rekayasa. Transparansi dan ketegasan menjadi kunci.

Kapolres Tuban AKBP Alaiddin menegaskan, pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar seluruh jajaran Polri menjalani tes urine sebagai bentuk kontrol dan pencegahan.
“Hari ini kami laksanakan tes urine, termasuk saya sendiri, wakapolres, pejabat utama, dan para kapolsek. Ini bentuk komitmen bersama,” ujarnya.
Aparat Jadi Percontohan Perangi Narkoba
Menurut dia, tes urine bukan sekadar mencari pelanggaran, melainkan membangun budaya disiplin. Aparat penegak hukum, dia mengatakan, harus menjadi contoh dalam memerangi narkotika, bukan justru terlibat di dalamnya.
Sebanyak 35 personel mengikuti pemeriksaan, terdiri dari 15 pejabat utama dan 20 kapolsek jajaran. Proses pengambilan dan pengujian sampel melibatkan seksi propam serta tenaga medis dengan prosedur yang diawasi langsung.

“Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif dari narkotika maupun obat terlarang lainnya,” ujarnya.
Namun bagi jajaran Polres Tuban, hasil bersih bukan berarti pengawasan selesai. Tes serupa dipastikan akan dilakukan secara berkala maupun insidental. Pendekatan ini dianggap lebih efektif untuk menjaga konsistensi perilaku anggota.
Baca Juga: Polres Tuban Tekan Laka Lantas Lewat Operasi Keselamatan Semeru 2026
Langkah mendadak tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian bertumpu pada integritas internal. Upaya pemberantasan narkoba tidak cukup dengan razia dan penangkapan di luar, tetapi juga harus memastikan barisan sendiri benar-benar steril.
Tes urine pagi itu pun menjadi lebih dari sekadar prosedur medis. Ini menjadi simbol kontrol, transparansi, sekaligus komitmen bahwa reformasi di tubuh kepolisian dimulai dari keberanian mengawasi diri sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








