TUBAN, Tugujatim.id – Atap Pasar Boom Tuban kembali ambruk untuk kali kedua. Setelah sisi utara runtuh pada Juni 2024 lalu, kini giliran bagian selatan sepanjang kurang lebih 30 meter yang roboh pada Selasa (02/09/2025), sekitar pukul 14.30 WIB.
Kejadian itu membuat warga sekitar panik. Beberapa orang yang tengah beristirahat di sekitar pasar sontak berlarian menyelamatkan diri. Satu orang mengalami luka akibat tertimpa material bangunan.
Korban atap Pasar Boom Tuban bernama Lasmirah, 58, warga Sluke, Kabupaten Rembang. Dia mengalami luka di bagian paha setelah tertimpa besi plafon.
Baca Juga: Atap Bangunan Pasar Sore di Wisata Boom Tuban Mendadak Runtuh, Lapak Pedagang Porak Poranda
“Tadi lagi duduk istirahat, tiba-tiba plafon runtuh. Saya nggak sempat menghindar,” ujarnya dengan wajah pucat.
Sementara itu, Warmi, 73, warga asal Bojonegoro, mengaku masih syok dengan kejadian tersebut. Dia sedang tidur di emperan bekas pertokoan ketika mendengar suara keras dari arah atap.
“Kedengeran kayak suara barang jatuh. Tiba-tiba kratak, atap langsung ambruk bareng angin kencang,” tuturnya.
Suara Gemuruh Dikira Ombak Pantai
Hal senada juga dialami Eli, 48, warga Madiun. Saat itu dia mengira suara gemuruh berasal dari ombak pantai yang memang berada tidak jauh dari Pasar Boom.
“Kirain suara ombak gede. Ternyata atap yang jatuh. Pas bangun lihat sudah berantakan semua,” ungkapnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, reruntuhan atap Pasar Boom Tuban dan rangka besi membuat sejumlah warga yang biasa beraktivitas di sekitar pasar terjebak sesaat sebelum berhasil keluar.
Ambruknya atap Pasar Boom kali ini menjadi sorotan karena sebelumnya pada 21 Juni 2024, bagian utara bangunan pasar juga roboh. Saat itu kejadiannya berlangsung malam hari sekitar pukul 19.30 WIB.

Banyak warga yang tengah tidur di area Pasar Sore kaget karena tiba-tiba mendengar suara keras dari atap yang runtuh.
Pasca insiden pertama, bangunan pasar tersebut belum mendapat perbaikan berarti. Saat itu, pemerintah menyebutkan penyebab runtuh. Kondisi bangunan yang terbilang tua dan kayu di bagian atap yang keropos diduga menjadi penyebab ambruknya atap.
Bangunan pasar sore dibangun di kisaran 2010 atau sekitar 15 tahun yang lalu. Hingga akhirnya kejadian serupa kembali terulang di sisi selatan.
Sampai berita ini diturunkan, belum tampak petugas terkait yang mendatangi lokasi untuk pembersihan reruntuhan. Hanya tampak sejumlah warga yang tengah membersihkan reruntuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








