MOJOKERTO, Tugujatim.id – Atap tiga ruangan di SDN Gunungan, Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, runtuh. Nahasnya, meski usulan perbaikan dari pihak sekolah sudah dilayangkan, nyatanya belum mendapat respons dari pemerintah daerah setempat. Padahal, usulan tersebut sudah dikirim sejak 2020 lalu ketika kerusakan atap sekolah belum begitu parah.
Kerusakan atap sekolah mulai parah saat memasuki tahun 2022. Sementara, atap tiga 3 ruang ambruk pada Senin (30/12/2024). Akibatnya, proses belajar mengajar harus dipindah ke ruang lain.
Baca Juga: Waspada! Surat Fiktif Berlabel Program Makan Bergizi Gratis Resahkan Bojonegoro: Catut Nama Dandim
Kepala Sekolah SDN Gunungan Sokip menjelaskan, ambruknya atap sekolah di tiga ruang tersebut terjadi saat musim libur sekolah. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dari peristiwa tersebut.
“Waktu kejadian itu anak-anak libur. Nah pas guru-guru sedang ada rapat, tiba-tiba kaget, tahu-tahu atapnya ambrol,” terangnya pada Jumat (03/01/2025).
Sokip melanjutkan, SDN Gunungan kali terakhir mendapat bantuan dari pemerintah daerah setempat sekira 16 tahun silam. Lalu pada 2019, pihak sekolah bersama komite sekolah serta pemerintah desa setempat sempat memperbaiki. Namun pada 2022, atap dan plafon mengalami kerusakan sehingga siswa-siswi berpindah tempat ke ruang laboratorium untuk belajar.
Baca Juga: Tunggak Pajak hingga Rp3,8 Miliar, Manajemen Hotel Java Lotus Jember Segera Dipanggil DPRD
“Rehab dari pemerintah daerah itu sebelum saya di sini. Sempat ada rehab itu 2019, ternyata hanya bertahan 5 tahun, lalu rusak lagi,” ujarnya.
Pihak sekolah terus berupaya mengajukan usulan perbaikan. Namun, usulan tersebut tidak juga mendapat realisasi hingga ambruknya atap-atap tersebut.
“Harapan kami semoga segera bisa diperbaiki,” papar Sokip.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








