BOJONEGORO, Tugujatim.id – Surat fiktif yang mencatut program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai meresahkan masyarakat Bojonegoro. Parahnya, pelaku bahkan berani memalsukan tanda tangan Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro Letkol Czi Arief Rochman Hakim serta menggunakan kop surat yang menyerupai Badan Gizi Nasional (BGN).
Letkol Arief Rochman Hakim mengungkapkan, modus ini dilakukan dengan mengirimkan surat palsu untuk memesan katering atau bahan makanan, bahkan merekrut tenaga kerja. Surat tersebut mencatut nama kodim dan instansi pemerintah lainnya.
Baca Juga: Tunggak Pajak hingga Rp3,8 Miliar, Manajemen Hotel Java Lotus Jember Segera Dipanggil DPRD
“Banyak laporan yang kami terima terkait surat fiktif ini. Kami imbau masyarakat untuk tidak langsung percaya dan segera mengonfirmasi kebenarannya ke instansi terkait,” kata Arief.
Dia menegaskan, kodim memang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis, namun pelaksanaannya resmi dan terbatas untuk masyarakat sekitar dapur sehat. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini memiliki tujuan besar, seperti membuka lapangan kerja dan memberdayakan ekonomi lokal melalui pemanfaatan produk setempat seperti telur dan daging.
“Petunjuk teknis dari BGN sudah jelas. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas asal-usulnya,” lanjutnya.
Hingga kini, kodim menerima lima laporan terkait surat fiktif program Makan Bergizi Gratis tersebut. Meski belum ada korban yang mengalami kerugian materi, nilai pesanan dalam surat palsu itu terbilang besar, mulai dari puluhan hingga belasan juta rupiah.
Baca Juga: JLS Resmi Dibuka di Awal 2025 untuk Kendaraan Berat, Namun Truk Besar Masih Lintasi Jalan Kota
Arief menjelaskan, pelaku belum diketahui identitasnya, namun pihak kodim sedang menyelidiki secara internal. Jika pelaku berhasil ditemukan, kasus ini akan segera dilimpahkan ke kepolisian.
“Yang memalsukan tanda tangan saya memang cukup berani. Namun, tanda tangannya jelas berbeda dari yang asli. Kop surat yang digunakan juga mencatut logo TNI Angkatan Darat,” ujar Arief.
Dia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan seperti ini. Jika menemukan surat mencurigakan, warga diminta segera melaporkannya ke instansi terkait.
“Kami terus berupaya memastikan program ini berjalan lancar sesuai tujuan awalnya, yakni membantu masyarakat dan mendukung perekonomian lokal. Kerja sama masyarakat sangat penting dalam menjaga program ini dari penyalahgunaan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








