Atasi Masalah Bunuh Diri, Menteri Kesepian di Jepang Jadi Solusinya

  • Bagikan
Ilustrasi kesepian di Jepang/Pixabay
Ilustrasi kesepian di Jepang/Pixabay

Tugujatim.id – Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di beberapa negara di dunia membuat banyak orang terisolasi dan menderita, baik secara fisik maupun mental, tak terkecuali yang dirasakan oleh warga Jepang.

Mereka yang menjalani isolasi akan merasa kesepian. Di Jepang, kesepian dianggap masalah serius dan berkorelasi dengan maraknya kasus bunuh diri sepanjang 2020 lalu.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Dikutip dari Kompas.com, pada Oktober 2020, Jepang mencatat total 2.153 kematian akibat bunuh diri. Ini mendekati angka kematian Covid di November 2020, sebanyak 2.087 orang.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menunjuk Menteri Revitalisasi Regional Tetsushi Sakamoto sebagai “Menteri Kesepian”.

Tetsushi Sakamoto secara khusus ditunjuk menjadi kepala bagian di pemerintahan yang ditugaskan menolong masyarakatnya yang merasa sendiri dan terisolasi di tengah pandemi corona (Covid-19).

“Perempuan lebih menderita ketika isolasi terjadi (dibanding pria) dan angka bunuh diri ini trennya naik,” kata Suga ke Sakamoto dalam sebuah pertemuan.

Suga berharap Sakamoto mampu mengidentifikasi masalah dan membuat aturan kebijakan yang komprehensif. Sementara menurut Sakamoto, ke depannya dia akan meningkatkan upaya masyarakat bisa saling terhubung antara satu dengan yang lainnya, meski sedang menjalani isolasi.

Selain itu, dia juga akan mengoptimalkan peraturan dalam hal pemantauan orang tua yang hidup sendiri dan mengenai kemiskinan anak.

Rencanaya, pada akhir Februari 2021, mereka menggelar forum darurat yang membahas langkah-langkah dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. Selain itu, dalam forum tersebut, Sakamoto juga akan mendengarkan organisasi nirlaba yang telah membantu orang-orang yang mengalami kesepian dan saat menjalani isolasi.

Kontak Bantuan

Anda bisa mencari bantuan jika mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri Anda sendiri, yang memiliki kecenderungan bunuh diri.

Informasi terkait depresi dan isu kesehatan mental bisa diperoleh dengan menghubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, atau mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan.

Beberapa pendampingan bisa menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri via email janganbunuhdiri@yahoo.com dan saluran telepon (021) 9696 9293, dan Yayasan Pulih di (021) 78842580.

Anda juga bisa menghubungi Gerakan “Into The Light” via Facebook di IntoTheLightID atau Twitter @IntoTheLightID. Anda juga bisa menghubungi via email di intothelight.email@gmail.com.

Anda juga menghubungi Save yourself melalui Facebook Save Yourselves atau Instagram @saveyourselves.id, atau via Line di @vol7047h. Website layanan konseling ini bisa dilihat di saveyourselves.org

(Mila Arinda/ln)

  • Bagikan