"Baju Bosan", Event Jual Baju Kekinian "Thrift" untuk Dongkrak Perekonomian Warga Surabaya - Tugujatim.id

“Baju Bosan”, Event Jual Baju Kekinian “Thrift” untuk Dongkrak Perekonomian Warga Surabaya

  • Bagikan
"Baju Bosan" merupakan event yang menjual baju "thrift".(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
"Baju Bosan" merupakan event yang menjual baju "thrift".(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Ada event menarik, kreatif, dan kekinian, tapi tetap punya perhatian pada siklus perkembangan perekonomian dan kepedulian yang tinggi pada aspek lingkungan melalui penjualan baju “thrift”. Event bertajuk “Baju Bosan” ini digelar di Lokal Poin Cafe, tepatnya di Jalan Dupak Rukun 72 Surabaya. Digelar selama 4 hari yaitu 20-23 Mei 2021, pengunjung bisa berbelanja mulai pukul 12.00-22.00 WIB.

Event ini digelar karena suasana konsumtif warga dalam membeli pakaian bekas bermerek atau second import (thrift) semakin naik daun dan marak. Apalagi model pakaian bekas itu tetap relevan dan kekinian. Bahkan, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga pakaian baru bermerek yang dijual di pasaran.

Banyak penjual baju "thrift" yang ada di event "Baju Bosan".(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Banyak penjual baju “thrift” yang ada di event “Baju Bosan”.(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Ketua Panitia “Baju Bosan” Berliana Elvira Farzha menyampaikan bahwa tujuan acara ini digelar untuk memberi peluang pada penjual baju “thrift” agar dapat dikenal banyak orang serta membantu perputaran ekonomi di Kota Surabaya.

“Event ‘Baju Bosan’ ini bertujuan untuk memberi peluang kepada penjual-penjual ‘thrift‘, terutama bagi mereka yang baru merintis, agar dapat lebih dikenal banyak orang. Selain itu, juga membantu perputaran ekonomi hingga membangun relasi sesama penjual atau sesama ‘thrift’,” jelasnya pada Tugu Jatim Jumat (21/05/2021).

Selain itu, Vira juga menjelaskan bahwa acara ini juga memperkenalkan teknik “thrifting” yang merupakan tindakan membeli barang bekas yang masih layak pakai. Teknik ini juga bermanfaat untuk memulai usaha penjualan baju second import.

“Iya, hal semacam itu juga bermanfaat untuk menghemat pengeluaran konsumen, membantu ekologi dalam mengurangi limbah tekstil, khususnya di Kota Surabaya, Mas,” jelas Vira yang juga Pimpinan Umum LPM Lensa tersebut.

Pengunjung bisa memilih banyak baju "thrift" yang kekinian.(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Pengunjung bisa memilih banyak baju “thrift” yang kekinian.(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Di sisi lain, jumlah tenant yang disewakan oleh event “Baju Bosan” ada sekitar 19 titik. Selain bisa berbelanja, pengunjung juga dihibur dengan musik akustik sehingga betah berlama-lama shopping sembari menikmati kopi hangat yang disediakan.

“Kami juga mengundang selebgram asal Surabaya untuk berkunjung ke acara kami. Selain itu, kami juga memberikan giveaway dan voucher belanja yang bisa ditukarkan ke tenant-tenant untuk membeli produk thrift juga,” bebernya.

Dia menegaskan, saat puncak event pada Minggu, 23 Mei 2021, panitia “Baju Bosan” akan membuka diskon besar-besaran yang dapat dinikmati di masing-masing tenant. Jadi, pembeli “thrift” dapat membawa pulang baju dengan harga yang lebih hemat di kantong.

Untuk diketahui, event “Baju Bosan” ini merupakan implementasi dari tugas perkuliahan mata kuliah Event Management yang diselenggarakan mahasiswa semester 6 Fakultas Ilmu Komunikasi (Filkom) Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya.

  • Bagikan