Bakal Tayang 30 April 2022, Film Gara Gara Warisan Bikin Penonton Ketawa-Ketiwi

Bakal Tayang 30 April 2022, Film Gara Gara Warisan Bikin Penonton Ketawa-Ketiwi

  • Bagikan
Para pemeran dan sutradara film Gara Gara Warisan ketika gelar press conference di bioskop XXI Tunjungan Plaza 3,
Para pemeran dan sutradara film Gara Gara Warisan ketika gelar press conference di bioskop XXI Tunjungan Plaza 3, Jumat (22/4/2022). (Foto: Istimewa)

SURABAYA, Tugujatim.id – Para pemain film Gara Gara Warisan menyapa langsung penggemarnya saat launching di bioskop XXI Tunjungan Plaza 3, Surabaya, Jumat sore (22/4/2022). Film bergenre drama komedi ini merupakan garapan Starvision Plus dan disutradarai oleh komika Muhadkly Acho beserta produser Ernest Prakasa dan Chand Parwez.

Terlihat sejumlah artis papan atas Indonesia membintangi film itu. Mulai dari Oka Antara, Ge Pamungkas, Ira Wibowo, Indah Permatasari Aci Resti dan lain sebagainya.

Ernest Prakasa menerangkan bahwa film ini menceritakan tentang sebuah keluarga yang kisruh lantaran ada warisan berupa guest house. Warisan ini mau dibagikan kepada tiga orang anaknya. Mereka berebut karena sama-sama membutuhkan harta itu.

“Tiga anak ini harus meyakinkan para karyawan Guest House, milih mereka karena pemenangnya ditentukan dari para karyawan itu sendiri,” ujarnya.

Sedang Muhadkly Acho menambahkan bahwa animo masyarakat Surabaya begitu luar biasa pada film tersebut. Menurutnya, para penonton begitu menikmati setiap adegan.

Poster film Gara Gara Warisan karya Starvision.
Poster film Gara Gara Warisan karya Starvision. (Foto: Istimewa).

“Saya duduk di depan merasakan langsung keseruannya. Alhamdulillah di Kota Surabaya kapasitas bioskop sudah bisa 100 persen. Saya sungguh iri, di Jakarta belum 100 persen, harapannya semua kota bisa normal,” ungkapnya.

Rencananya, film Gara Gara Warisan bakal tayang perdana di bioskop tanggal 30 April. Sehingga, Acho masih menanti respon dari yang dirasakan oleh masyarakat.

“Peluncuran ini merupakan kota kedua. Kemarin kami di Malang luar biasa positif testimoninya. Harapannya Surabaya juga bisa memberikan feedback yang baik, saya masih penasaran,” terangnya.

“Waktu nulis cerita, porsi komedi dengan drama seimbang. Cuma setelah ditulis dan sudah jadi materi lalu memasuki proses editing. Di situ meracik ulang, kalau dilihat-lihat dramanya terasa berat. Biar bagaimanapun komedinya masih kelihatan, sampai akhir cerita masih ada,” imbuhnya.

Karena isu warisan cukup serius, kata dia, dirinya menginginkan alur cerita dikemas dalam sebuah komedi agar penonton menjadi bahagia dan ketawa.

“Supaya endingnya juga senang. Jadi penonton bukan hanya ketaw- ketawa aja,” pungkas Acho.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan