BANYUWANGI, Tugujatim.id – Hamparan savana yang luas, kawanan rusa yang berkeliaran bebas, serta lanskap alam yang sekilas mengingatkan pada benua Afrika membuat Baluran Banyuwangi menjadi salah satu destinasi wisata alam paling unik di Indonesia.
Tak sedikit wisatawan yang penasaran ketika mendengar julukan Afrika van Java yang melekat pada Taman Nasional Baluran. Julukan tersebut bahkan sering memunculkan pertanyaan menarik, apakah di Baluran benar-benar ada singa seperti di Afrika?
Jawabannya adalah tidak. Meski dijuluki Afrika van Java, Baluran tidak memiliki singa maupun satwa khas Afrika lainnya. Julukan tersebut diberikan karena kawasan ini memiliki bentang alam berupa savana yang sangat luas serta dihuni berbagai satwa liar yang hidup bebas di habitat alaminya.
Keunikan tersebut menjadikan Baluran sebagai salah satu destinasi wisata favorit yang selalu menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.
Mengapa Baluran Dijuluki Afrika van Java?
Julukan Afrika van Java bukan tanpa alasan. Taman Nasional Baluran memiliki kawasan savana yang sangat luas bernama Savana Bekol yang menjadi ikon utama destinasi ini.
Saat musim kemarau tiba, hamparan rumput berubah menjadi kuning kecokelatan dan membentang sejauh mata memandang. Pemandangan tersebut membuat banyak wisatawan merasa seperti sedang berada di padang savana Afrika.

Ditambah lagi dengan keberadaan berbagai satwa liar yang kerap terlihat mencari makan di area terbuka, suasana Baluran terasa semakin eksotis dan berbeda dibandingkan destinasi wisata alam lainnya di Jawa Timur.
Tidak Ada Singa, Tetapi Ada Banyak Satwa Liar
Meski tidak memiliki singa, Baluran tetap menjadi rumah bagi beragam satwa yang hidup bebas di alam.
Beberapa satwa yang cukup sering dijumpai wisatawan antara lain banteng Jawa, rusa timor, kijang, kerbau liar, monyet ekor panjang, lutung, hingga merak hijau.
Banteng Jawa bahkan menjadi salah satu satwa ikonik yang identik dengan kawasan Taman Nasional Baluran. Pada pagi maupun sore hari, wisatawan berkesempatan melihat satwa-satwa tersebut beraktivitas di area savana.
Keberadaan satwa liar inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama Baluran dan membuat pengalaman berkunjung terasa berbeda.
Savana Bekol yang Menjadi Ikon Baluran
Ketika membahas Baluran Banyuwangi, Savana Bekol menjadi lokasi yang paling sering muncul di media sosial maupun brosur wisata.
Bentangan savana yang luas dengan Gunung Baluran sebagai latarnya menghadirkan pemandangan yang menjadi ciri khas kawasan ini. Ketika musim kemarau tiba, hamparan rumput berubah warna menjadi kuning kecokelatan sehingga suasananya sekilas menyerupai padang savana di Afrika.
Sementara ketika musim hujan tiba, kawasan ini berubah menjadi hamparan hijau yang menyegarkan mata. Perubahan pemandangan tersebut membuat Baluran memiliki pesona yang berbeda di setiap musim.
Tidak Hanya Savana, Ada Pantai Bama
Selain terkenal dengan Savana Bekol, Baluran juga memiliki destinasi lain yang tidak kalah menarik, yaitu Pantai Bama.

Pantai yang berada di dalam kawasan taman nasional ini menawarkan suasana yang tenang dengan pemandangan laut yang indah. Di sekitar kawasan pantai juga terdapat hutan mangrove yang dapat dijelajahi wisatawan melalui jalur trekking yang telah disediakan.
Banyak pengunjung memilih mengunjungi Savana Bekol dan Pantai Bama dalam satu perjalanan karena keduanya menjadi daya tarik utama Taman Nasional Baluran.
Baca Juga : Wisata Taman Nasional Baluran Banyuwangi, Suguhi Indahnya Savana dan Satwa Liar Berjuluk Africa Van Java
Waktu Terbaik Berkunjung ke Baluran
Musim kemarau sering dianggap sebagai waktu terbaik untuk menikmati panorama khas Baluran.
Pada periode ini, warna savana berubah menjadi kuning kecokelatan sehingga suasananya semakin menyerupai padang rumput Afrika.Pemandangan ini kerap menjadi incaran fotografer maupun wisatawan yang gemar mengabadikan momen di tengah keindahan alam.
Namun, musim hujan juga menawarkan keindahan yang berbeda. Hamparan savana berubah menjadi hijau segar dan memberikan nuansa yang lebih menyejukkan.
Fasilitas yang Tersedia
Sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Jawa Timur, Baluran telah dilengkapi berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan wisatawan.
Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain:
– Area parkir
– Toilet umum
– Musala
– Pusat informasi wisata
– Jalur trekking
– Menara pengamatan
– Area istirahat
– Warung makan di beberapa titik wisata
Fasilitas tersebut membantu wisatawan menikmati perjalanan dengan lebih nyaman saat menjelajahi kawasan taman nasional.
Review Wisatawan
Baluran menjadi salah satu destinasi yang meninggalkan kesan mendalam bagi banyak wisatawan. Keindahan savana yang luas, keberagaman satwa liar, serta panorama alam yang berubah mengikuti musim menjadi alasan utama kawasan ini selalu menarik untuk dikunjungi.
Salah satu pengunjung, Laras Puriastiti mengungkapkan, Baluran menawarkan pengalaman wisata yang cukup lengkap dalam satu kawasan. Menurutnya, wisatawan tidak hanya dapat menikmati hamparan savana yang menjadi ikon utama Baluran, tetapi juga menjelajahi Pantai Bama dan kawasan mangrove yang berada di dalam taman nasional.
Ia juga menilai waktu kunjungan sangat memengaruhi pengalaman wisata. Pada pagi hari, peluang untuk melihat satwa liar yang sedang beraktivitas cenderung lebih besar. Sementara menjelang sore, kawasan Baluran menghadirkan pemandangan senja yang menambah daya tarik tersendiri.
“Baluran memiliki banyak tempat menarik yang bisa dinikmati dalam satu perjalanan. Selain savana yang luas, ada juga Pantai Bama dan jalur mangrove yang menawarkan suasana berbeda. Pagi hari cocok untuk melihat aktivitas satwa liar, sedangkan sore hari menyuguhkan panorama senja yang indah. Menariknya, suasana Baluran juga berubah mengikuti musim, hijau dan segar saat musim hujan, lalu berubah menjadi lebih eksotis saat musim kemarau,” tulisnya.
Ulasan positif juga datang dari wisatawan bernama Widia yang mengaku terpukau dengan pemandangan Savana Bekol yang berpadu dengan latar Gunung Baluran.
Menurutnya, suasana sore hari menjadi waktu yang ideal untuk menikmati keindahan kawasan tersebut. Selain mendapatkan pencahayaan yang bagus untuk berfoto, ia juga berkesempatan menyaksikan beberapa satwa liar yang hidup di habitat alaminya.
“Hamparan savana yang luas dengan latar Gunung Baluran menghadirkan pemandangan yang sangat indah. Saya datang pada sore hari dan suasananya terasa lebih nyaman untuk menikmati keindahan alam sekitar. Selama berada di sana, saya juga berkesempatan melihat beberapa satwa liar seperti rusa, merak, ayam hutan, dan monyet yang hidup bebas di kawasan tersebut. Semoga kelestarian alam Baluran terus terjaga sehingga habitat satwa-satwa itu tetap terlindungi,” ujarnya.
Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa daya tarik Baluran tidak hanya terletak pada luasnya savana yang dijuluki Afrika van Java. Kehadiran satwa liar, keindahan alam yang berubah sesuai musim, serta keberagaman destinasi di dalam kawasan taman nasional membuat banyak wisatawan merasa mendapatkan pengalaman wisata alam yang berkesan saat berkunjung ke Baluran.
Baluran Banyuwangi menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan tempat wisata lainnya di Jawa Timur.
Meski tidak memiliki singa seperti yang sering dibayangkan sebagian orang, kawasan ini tetap layak menyandang julukan Afrika van Java berkat hamparan savana yang luas, keberadaan satwa liar yang hidup bebas, serta panorama alam yang memukau.
Perpaduan antara Savana Bekol, Gunung Baluran, Pantai Bama, dan kekayaan satwa liar menjadikan kawasan ini sebagai destinasi yang wajib dikunjungi bagi pencinta alam. Tidak heran jika Baluran terus menjadi salah satu ikon wisata paling terkenal di Banyuwangi dan Jawa Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Annisa Syalsyavia/Magang
Editor: Mochamad Abdurrochim








