BANYUWANGI, Tugujatim.id – Jangan lewatkan untuk mengunjungi Taman Nasional Baluran Banyuwangi yang menyajikan wisata dengan suasana yang berbeda. Taman nasional ini menyuguhkan pemandangan layaknya di Africa lho. Penasaran?
Tidak heran jika taman nasional ini dijuluki Africa Van Java. Saat musim kemarau, kamu dapat melihat panorama yang mirip dengan daratan Afrika. Tapi, ketika musim hujan pemandangannya hijau memesona dengan latar belakang Gunung Baluran.
Taman Nasional Baluran sejak 1920 sudah menjadi hutan produksi tanaman jati. Mulai dari 1928 sudah dimulai upaya konservasi dan 1930 ditetapkan sebagai hutan lindung. Namun, baru dijadikan taman nasional pada 1997 oleh menteri pertanian.
Sejak diresmikan, Taman Nasional Baluran menjadi habitat dari beberapa satwa. Mulai dari kerbau, banteng, rusa, kera, lutung, merak, ular, serta beberapa jenis burung kecil.
Baca Juga: Wisata Kawah Ijen Banyuwangi, Destinasi Eksotis Sajikan Blue Fire Hanya Ada Dua di Dunia
Dengan bentang alamnya di mana jika kita melihat sekeliling hanya terlihat padang tandus, pohon-pohon kering, dan bebatuan membuat kamu merasa seperti berkeliling di Africa. Namun, jangan berharap bahwa saat mengunjunginya kamu akan disambut oleh para satwa liar di setiap jalan. Sebab, mereka terkadang menjauh dari jalanan dan hanya bisa dilihat dari kejauhan. Selain itu, kamu juga bisa menikmati hal lain seperti pantai, mangrove trail, dan lain-lainnya di sana.
Lokasi Taman Nasional Baluran Banyuwangi
Dari namanya saja kita sudah bisa menebak bahwa taman nasional ini dekat dengan Gunung Baluran. Lokasi tepatnya berada di Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Untuk mencapainya dari Stasiun Banyuwangi kota, kamu memerlukan waktu 1 jam 20 menit untuk menempuh jarak 57 km.
Fasilitas Pengunjung
Ada beberapa fasilitas yang diberikan Taman Nasional Baluran untuk dinikmati. Saat kamu mengunjungi spot-spot foto yang ada pasti ada fotografer yang bisa memfotokan di sana, tapi dengan tambahan biaya.

Namun saat di savana, kamu akan sulit menemukan toilet ataupun musala. Jadi, harus pergi ke pinggir pantai untuk menemukannya. Di sana juga ada banyak warung jika ingin beristirahat untuk makan siang dan tersedia toko oleh-oleh ketika ingin membeli sesuatu yang khas.
Eits, pengunjung juga perlu berhati-hati dengan barang bawakan karena kebanyakan monyet di sana agresif sehingga mereka bisa saja mengambil berbagai barang.
Harga Tiket dan Jam Operasional
Untuk harga tiket Taman Nasional Baluran tidak terlalu mahal sekitar Rp15 ribu-Rp20 ribu per wisatawan domestik. Untuk wisatawan mancanegara dibanderol Rp150 ribu.
Wisata ini buka dari pukul 07.30-16.00. Namun disarankan untuk datang pagi hari selain menghindari panas matahari, juga akan ada banyak pengunjung ketika siang atau sore hari sehingga biasa macet karena jalannya sempit.
Review Wisatawan
Seorang wisatawan Taman Nasional Baluran, Zidny Dea mengungkapkan komentarnya melalui kolom Google Maps. Dia berpendapat bahwa jika kamu sedang berlibur di Banyuwangi, salah satu destinasi wisata untuk keluarga yang bisa dikunjungi adalah Taman Nasional Baluran.
Di sana selama perjalanan, kamu akan diberikan pemandangan savana dengan berbagai macam jenis tumbuhan dan satwa yang membuatnya terlihat seperti berasa di Africa. Dan juga setelah menikmati indahnya savana di akhir perjalanan akan ada Pantai Bama yang memiliki pasir putih dan bersih dengan ombak yang tenang.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Drama China Terbaru Rating Tertinggi 2023, Hidden Love Bikin Gamon Penonton
“Salah satu destinasi wisata pilihan keluarga nih, ada pantai juga namanya Pantai Bama. Sebelum sampai ke Pantai Bama disuguhi pemandangan pepohonan berbagai varietas. Banyak ditemui monyet liar (hati hati kalau bawa kresek bisa jadi incaran monyetnya). Selain monyet juga ketemu sama rusa. Dan kalau beruntung bisa bertemu hewan lainnya lagi. Harga tiket masuk hari libur Rp17.500. Parkir kendaraan roda 4 sebesar Rp10.000,” tulisnya.
Karena itu, jangan lupa untuk mengunjungi Taman Nasional Baluran ketika berada di Banyuwangi. Africa Van Java yang menyuguhkan suasana padang savana dengan berbagai satwa liar. Memberikan pengalaman yang berbeda ketika kamu mengunjunginya dan juga bakal jadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Writer: Zidni Zidan Fasya Falik (Magang)
Editor: Dwi Lindawati








