JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) menegaskan komitmennya untuk membangkitkan kembali kejayaan Kabupaten Jember melalui berbagai terobosan pembangunan dan kerja sama strategis dengan Universitas Jember (UNEJ).
Dalam pertemuan dengan pimpinan UNEJ, bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu memaparkan bahwa Jember memiliki potensi luar biasa sebagai kabupaten dengan jumlah kampus terbanyak ketiga di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang.
Namun, ia juga mengakui tantangan besar yang dihadapi daerahnya. Ia menyampaikan sejumlah permasalahan serius yang dihadapi Jember, antara lain angka kemiskinan absolut nomor 2 terbanyak se-Jawa Timur, angka kemiskinan ekstrem terbesar se-Jawa Timur selama 10 tahun terakhir, produktivitas sektor pangan pertanian yang belum optimal akibat infrastruktur pertanian tidak mendapat prioritas selama satu dekade, hingga 1.500 gedung sekolah dalam kondisi rusak.
“Infrastruktur pertanian selama 10 tahun ini tidak mendapatkan prioritas. Ini yang membuat produktivitas pangan pertanian kita tidak optimal,” ungkap Gus Fawait pada Senin (7/10/2025).
Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, Pemkab Jember telah merancang sejumlah langkah strategis, khususnya dalam menjalin kerja sama dengan UNEJ. Kedua belah pihak telah menyepakati nota kesepahaman untuk mengembangkan desa tematik yang akan menjadi proyek percontohan.
Desa-desa ini akan dikembangkan dari sektor pangan, pariwisata, dan sektor lainnya untuk kemudian didiseminasikan ke desa-desa lain. Tidak hanya itu, pengaktifan kembali Bandara Jember, optimalisasi lahan terbesar dalam 40 tahun terakhir melalui APBD Kabupaten Jember, hingga pembangunan ratusan gedung sekolah senilai ratusan miliar rupiah dari APBD maupun APBN.
Gus Fawait optimis Jember akan kembali menjadi pemimpin di ujung timur Pulau Jawa dan memimpin pembangunan ekonomi di kawasan Tapal Kuda. Ia mengingatkan bahwa 10 tahun lalu, Jember selalu diperhitungkan dalam berbagai sektor, baik wisata maupun ekonomi.
“Kami yakin bahwa tidak lama lagi Jember akan kembali memimpin di segala sektor termasuk ekonomi di daerah Tapal Kuda,” tegasnya.
Bupati juga berencana mengajak kabupaten-kabupaten lain di Tapal Kuda seperti Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan Probolinggo untuk bekerja sama. Berdasarkan pengalamannya selama 10 tahun di pemerintahan provinsi, kawasan Tapal Kuda masih tertinggal dibanding kawasan lain.
Menanggapi penurunan transfer Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU), Gus Fawait menyatakan fenomena ini terjadi di seluruh Indonesia. Namun, ia optimis dapat mengaksesnya melalui program-program pemerintah pusat seperti Bantuan Pemerintah (Banpres).
“Kalaupun DAK dan DAU berkurang, bantuan seperti Banpres yang turun ke Jember akan semakin besar. Contohnya pembangunan fisik gedung sekolah kita tahun ini tambahannya besar, tahun depan saya pikir tambah besar lagi,” pungkas Gus Fawait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








