TUBAN, Tugujatim.id – Luapan Sungai Bengawan Solo mulai berdampak nyata di wilayah Kabupaten Tuban. Sejak Sabtu (17/05/2025), banjir Bengawan Solo telah merendam sedikitnya empat kecamatan, yakni Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang.
Genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga melumpuhkan akses jalan dan merendam lahan pertanian serta fasilitas umum.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban Sudarmji, membenarkan situasi tersebut saat diwawancarai pada Selasa (20/05/2025). Dia mengatakan bahwa kondisi debit air terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Pemkab Tuban Siapkan Anggaran Khusus Tangani Banjir Luapan Bengawan Solo
“Kami sudah mengaktifkan sistem peringatan dini di desa-desa sekitar bantaran Bengawan Solo, khususnya di empat kecamatan yang terdampak. Tim reaksi cepat sudah kami turunkan dan posko siaga sudah dibuka sejak Sabtu lalu,” kata Sudarmji.
Dari hasil pengamatan resmi pada pukul 15.00 WIB, status siaga merah terpantau di sejumlah titik, seperti Padangan, Bojonegoro, BG Babat, Laren, dan Karanggeneng. Di Padangan, ketinggian air tercatat 23,26 meter, melebihi ambang siaga merah 22,83 meter, sedangkan Bojonegoro mencatat 14,71 meter, melampaui batas 14,04 meter.
Debit air dari Bendung Gerak Bojonegoro mencapai 1.399,92 meter kubik per detik, sementara dari BG Babat tercatat 1.273,68 meter kubik per detik. Di Karanggeneng, elevasi air 4,43 meter juga melewati ambang siaga merah yang ditetapkan 4,13 meter.
Akibat meluapnya air, lahan pertanian warga seperti sawah dan pekarangan ikut terendam. Selain itu, sejumlah jalan desa pun lumpuh, termasuk jalur penghubung antar permukiman. Fasilitas pendidikan dan sarana umum lain turut terdampak genangan.
“Kalau kemarin, kami masih bisa melewati jalan desa dengan roda empat. Sekarang sudah tidak bisa. Air makin naik sejak pagi tadi,” tuturnya.
BPBD Tuban terus memantau di lapangan dan siap mengevakuasi jika diperlukan.
“Kami tidak ingin lengah. Perahu karet, logistik, dan personel sudah kami siagakan. Kami juga terus berkoordinasi dengan kecamatan dan desa,” tegas Sudarmji.
BPBD juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan isu menyesatkan.
“Ikuti informasi resmi dari pemerintah desa atau kecamatan. Jika diminta evakuasi, segera bergerak demi keselamatan,” imbuhnya.
Sementara itu, cuaca di wilayah hulu Bengawan Solo yang masih diguyur hujan dikhawatirkan akan memperparah kondisi debit air dalam dua-tiga hari ke depan.
“Kami terus pantau hulu. Kalau hujan terus-menerus, air kiriman pasti bertambah. Karena itu, kami sudah siaga penuh,” ujar Sudarmji.
Hingga sore ini, genangan air banjir Bengawan Solo masih bertahan di beberapa titik dengan tren air cenderung naik. BPBD menegaskan bahwa langkah antisipasi lebih lanjut sudah disiapkan, termasuk kemungkinan pengungsian apabila debit terus meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








